DIKSIMERDEKA.COM KANSAS CITY- Hattrick Messi menjadi sorotan utama pada laga Argentina vs Aljazair di Piala Dunia 2026. Kapten Albiceleste itu mencetak tiga gol saat membawa Argentina menang 3-0 dan menyamai rekor Miroslav Klose.Dalam laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026 melawan Aljazair di Kansas City Stadium, Selasa (17/6/2026), kapten Argentina itu mencetak hattrick yang membawa Albiceleste menang 3-0 atas Aljazair sekaligus mengukir sejarah baru.

Lewat penampilan gemilang tersebut, Messi menjadi cerita terbesar di Piala Dunia hanya beberapa jam setelah Kylian Mbappe lebih dahulu mencuri perhatian bersama Prancis lewat dua gol ke gawang Senegal.

Tak hanya membawa Argentina menang, Messi juga menyamai rekor legenda Jerman Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi 16 gol.

Kansas City Serasa Buenos Aires

Atmosfer pertandingan terasa seperti laga kandang Argentina.

Puluhan ribu pendukung Albiceleste memadati stadion dengan lautan biru-putih. Nyanyian untuk Messi menggema sepanjang pertandingan, menciptakan suasana yang mengingatkan pada La Bombonera maupun Estadio Monumental di Buenos Aires.

Hampir 70 ribu penonton menjadi saksi malam bersejarah bagi pemain yang menjalani penampilan ke-200 bersama tim nasional Argentina tersebut.

Baca juga :  Australia vs Turki 2-0, Irankunda dan Beach Bikin Kejutan Besar

Messi juga mencatat rekor baru sebagai pemain pertama dalam sejarah yang tampil di enam edisi Piala Dunia.

Gol Pertama Messi Buka Keran Kemenangan

Argentina sebenarnya sudah mengancam sejak menit awal.

Pada menit kelima, Messi sempat membobol gawang Aljazair setelah menerima umpan terobosan. Namun gol itu dianulir karena posisi offside yang sangat tipis.

Aljazair membalas beberapa menit kemudian melalui Farès Chaïbi. Akan tetapi gol tersebut juga dibatalkan akibat offside.

Messi akhirnya benar-benar memecah kebuntuan pada menit ke-17.

Berawal dari umpan Rodrigo De Paul dari jarak sekitar 40 meter, Messi menggiring bola menuju kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal diantisipasi kiper Aljazair, Luca Zidane.

Gol tersebut membuat Argentina semakin nyaman mengendalikan jalannya pertandingan.

Messi Samai Rekor Miroslav Klose

Gol kedua Messi lahir melalui cara yang lebih sederhana.

Tendangan jarak jauh Alexis Mac Allister gagal ditangkap sempurna oleh Luca Zidane. Bola muntah langsung disambar Messi dari jarak dekat untuk menggandakan keunggulan Argentina.

Baca juga :  Prancis vs Senegal 3-1: Mbappe Pecahkan Rekor Bersejarah

Gol itu membuat koleksi gol Messi di putaran final Piala Dunia mencapai angka 15.

Tak berhenti sampai di situ, legenda Inter Miami tersebut menuntaskan malam spesialnya pada menit ke-77.

Dengan ciri khas yang selama bertahun-tahun menjadi momok bagi para bek lawan, Messi melepaskan tembakan akurat melewati kepungan tiga pemain bertahan Aljazair sebelum bersarang di sudut gawang.

Gol ketiga tersebut memastikan Messi Hattrick Aljazair sekaligus menyamai rekor 16 gol Miroslav Klose di Piala Dunia.

Argentina Nyaris Sempurna

Selain ketajaman Messi, Argentina tampil solid di semua lini.

Lini pertahanan Albiceleste hampir tidak memberikan ruang bagi para penyerang Aljazair. Tim asuhan Lionel Scaloni mampu mengontrol tempo pertandingan sejak menit awal hingga akhir.

Satu-satunya kontroversi datang ketika Messi melakukan pelanggaran keras terhadap bek Aljazair, Aissa Mandi.

Banyak pihak menilai sang kapten layak menerima kartu kuning, bahkan kartu merah. Namun wasit tidak memberikan hukuman apa pun dan VAR tidak melakukan peninjauan lebih lanjut.

Terlepas dari insiden tersebut, performa Argentina tetap layak mendapat pujian.

Aljazair Kesulitan Mengimbangi

Aljazair datang ke Piala Dunia 2026 dengan harapan besar setelah kembali tampil di turnamen ini untuk pertama kalinya dalam 12 tahun.

Baca juga :  Brasil vs Maroko 1-1: Vinícius Selamatkan Selecao dari Malam yang Memalukan

Di bawah arahan Vladimir Petkovic, The Desert Foxes menunjukkan perkembangan positif selama kualifikasi.

Namun menghadapi Argentina merupakan tantangan yang berbeda.

Beberapa peluang sempat tercipta, tetapi penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka gagal memberikan tekanan berarti kepada juara dunia tersebut.

Kini Aljazair menghadapi laga krusial melawan Yordania yang berpotensi menentukan nasib mereka di Grup J.

Lionel Scaloni Puas, Argentina Dekati Babak Gugur

Sebelum pertandingan, Lionel Scaloni sempat meredam ekspektasi publik.

Pelatih Argentina itu bahkan menyebut kemenangan atas Aljazair bukanlah sebuah keharusan.

Pernyataan tersebut berkaca pada pengalaman pahit Piala Dunia 2022 ketika Argentina secara mengejutkan kalah dari Arab Saudi pada laga pembuka.

Namun kali ini cerita berbeda.

Tiga poin berhasil diamankan dan Argentina kini berada di jalur yang tepat menuju babak 32 besar.

Selanjutnya, Albiceleste akan menghadapi Austria di Arlington, Texas.

Dan jika melihat performa Lionel Messi saat ini, sejarah baru tampaknya masih sangat mungkin kembali tercipta.