DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk mendorong investasi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan, budaya, dan kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Pulau Dewata.

Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, I Dewa Made Indra, saat menghadiri penutupan Bali Jagaditha VII Tahun 2026 di Atrium Mall Bali Galeria, Kuta, Kabupaten Badung, Minggu (7/6/2026).

Mewakili Gubernur Bali, Dewa Indra menyampaikan bahwa Bali tetap membuka peluang bagi investor yang ingin menanamkan modalnya. Namun, investasi yang masuk diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan dan budaya lokal.

Menurutnya, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila investasi memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga sumber daya alam dan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas Bali.

Baca juga :  Sekda Bali Dukung Langkah Intelektual Respon Kenaikan Pajak Hiburan

“Kami sangat terbuka terhadap investasi dengan ketentuan memperhatikan masyarakat, lingkungan, budaya, serta berkomitmen menjaga lingkungan hidup agar dapat menopang ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dewa Indra juga mengapresiasi penyelenggaraan Bali Jagaditha VII yang dinilai semakin berkembang dan mampu mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.

Ia menilai Bank Indonesia telah memainkan peran strategis dalam mengorkestrasi kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, investor, dan masyarakat melalui berbagai program yang mendorong pertumbuhan ekonomi Bali.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, menjelaskan bahwa Bali Jagaditha VII merupakan program yang mengintegrasikan sektor investasi, pariwisata, dan UMKM dalam satu ekosistem pengembangan ekonomi daerah.

Baca juga :  Satya Pratama Dikukuhkan sebagai Kepala BKN Regional X Denpasar

Melalui Bali Investment Forum 2026, sebanyak 21 pemilik proyek dari Bali dan Nusa Tenggara dipertemukan dengan 35 calon investor internasional. Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah duta besar negara sahabat yang mengikuti pertemuan bisnis dan kunjungan proyek secara langsung.

Achris mengatakan konsep pembangunan yang diusung dalam Bali Jagaditha sejalan dengan tema Bhumi Parahita, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan penguatan budaya lokal.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Gubernur Bank Indonesia, Rudi Brando, menilai Bali berhasil menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan stabilitas dan keberlanjutan. Pada triwulan I Tahun 2026, ekonomi Bali tercatat tumbuh sekitar 5,6 persen dengan inflasi yang tetap terkendali pada level 2,99 persen.

Baca juga :  Sekda Bali Tinjau Kesiapan Upacara Segara Kerthi untuk Sambut WWF

Selain penandatanganan sejumlah kerja sama investasi, acara penutupan Bali Jagaditha VII juga dihadiri para duta besar negara sahabat, antara lain dari Pakistan, Bahrain, Oman, dan Armenia. Kehadiran mereka mencerminkan tingginya minat komunitas internasional terhadap peluang investasi yang berkembang di Bali.

Melalui pendekatan pembangunan yang mengedepankan keseimbangan antara ekonomi, lingkungan, dan budaya, Pemerintah Provinsi Bali berharap investasi yang masuk dapat memberikan manfaat jangka panjang sekaligus menjaga keberlanjutan Pulau Dewata bagi generasi mendatang.