Trump Sebut Gencatan Senjata Iran Tinggal 1 Persen

DIKSIMERDEKA.COM WASHINGTON DC-Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut gencatan senjata dengan Iran berada di ambang kehancuran setelah menolak proposal damai terbaru dari Teheran.

Trump bahkan menggambarkan kondisi ceasefire itu seperti pasien kritis yang hanya memiliki peluang hidup 1 persen.

“Saya menyebut gencatan senjata itu sekarang berada di life support besar-besaran,” kata Trump dilansir dari The Guardian, Selasa (12/5/2026).

Ia juga menyebut proposal damai Iran sebagai “sampah” dan mengaku tidak sampai habismembaca dokumen tersebut.

Selat Hormuz Kembali Memanas

Situasi makin panas setelah Trump mempertimbangkan kembali pengerahan pengawalan militer Angkatan Laut AS di Selat Hormuz demi menghentikan blokade Iran terhadap jalur minyak paling vital di dunia.

Baca juga :  Selat Hormuz Ditutup, Harga BBM Terancam Melonjak: DPR Sebut Beban APBN Bisa Naik Rp10,3 Triliun

Langkah itu sebelumnya sempat dihentikan hanya dua hari setelah diumumkan karena Washington ingin memberi waktu Iran merespons proposal damai AS.

Namun Iran justru mengirim proposal tandingan yang ditolak mentah-mentah oleh Trump.

Iran Balik Menekan Amerika

Mantan Komandan Garda Revolusi Iran Mohammad Ali Jafari menegaskan Teheran tidak akan membuka negosiasi baru sebelum semua tuntutan Iran dipenuhi.

Iran meminta:

  • sanksi AS dicabut,
  • dana Iran dibuka,
  • kompensasi perang dibayar,
  • dan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz diakui.

“Selama perang belum benar-benar selesai dan sanksi belum dicabut, tidak akan ada negosiasi lain,” tegas Jafari.

Harga Minyak Meledak

Ketegangan terbaru langsung mengguncang pasar energi dunia.

Baca juga :  Perang Makin Panas! Israel Gempur Sipil Iran, Upaya Damai Pakistan Terancam Gagal

Harga minyak dunia kembali melonjak hingga menembus US$105 per barel setelah Iran memastikan tidak ada pembicaraan baru soal pembukaan Selat Hormuz kecuali syarat mereka diterima.

Kondisi itu membuat ribuan kapal tanker dan puluhan ribu awak kapal masih terjebak di kawasan Teluk.

Organisasi Maritim Internasional (IMO) memperkirakan hampir 1.500 kapal tanker dan 20 ribu pelaut kini terdampak krisis tersebut.

Baca juga :  Tak Cuma Minyak, Iran Kini Ancam Kabel Internet Dunia Di Selat Hormuz

China Jadi Bayang-Bayang Trump

Kebuntuan dengan Iran juga menjadi ancaman besar bagi agenda diplomasi Trump menjelang pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing pekan ini.

China diketahui memiliki hubungan ekonomi sangat kuat dengan Iran, terutama dalam pembelian minyak dan kerja sama strategis lainnya.

Sementara itu tekanan terhadap ekonomi Iran juga makin berat.

Media reformis Iran melaporkan inflasi tinggi, turunnya daya beli masyarakat, hingga ancaman krisis barang pokok mulai memicu tekanan besar terhadap opini publik di dalam negeri.