DIKSIMERDEKA.COM, WASHINGTON-Melalui Siaran pers-nya,Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan kesepakatan dagang besar dengan Indonesia. Presiden Donald Trump dan Presiden Prabowo Subianto meneken perjanjian perdagangan timbal balik yang diklaim membuka akses pasar raksasa berpenduduk lebih dari 280 juta jiwa bagi produk Amerika sekaligus merombak hambatan tarif.

Duta Besar Greer menyebut kesepakatan ini sebagai langkah bersejarah. Presiden Trump membuka pasar Indonesia berpenduduk lebih dari 280 juta orang untuk menciptakan peluang bisnis nyata bagi petani dan produsen Amerika,” kata Greer.
“Perjanjian penting ini meruntuhkan hambatan dagang sekaligus memperkuat kepentingan ekonomi dan keamanan nasional rakyat Amerika. Saya senang menandatangani kesepakatan bersejarah ini dengan Indonesia dan berterima kasih kepada Menteri Airlangga Hartarto atas komitmennya menyeimbangkan hubungan dagang.”


Akses Pasar AS Meluas, Tarif 99 Persen Produk Dihapus

Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia sepakat menghapus hambatan tarif untuk lebih dari 99% produk Amerika di semua sektor, termasuk:

  • pertanian
  • kesehatan
  • seafood
  • teknologi informasi
  • otomotif
  • kimia
Baca juga :  Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Global Trump, Kekuasaan Presiden Dibatasi

Selain itu, Indonesia juga berjanji menghapus hambatan non-tarif. Misalnya:

  • membebaskan perusahaan AS dari aturan kandungan lokal/TKDN
  • menerima standar kendaraan dan emisi AS
  • mengakui standar FDA untuk obat dan alat kesehatan
  • menghapus syarat sertifikasi dan pelabelan rumit
  • menghilangkan kewajiban inspeksi sebelum pengiriman

Produk Pertanian & Digital Ikut Diuntungkan

Produk pertanian AS akan dipermudah masuk pasar Indonesia, termasuk bebas dari skema lisensi impor. Indonesia juga menjamin transparansi terkait indikasi geografis produk seperti daging dan keju.

Di sektor digital, Indonesia sepakat:

  • menghapus tarif produk digital tak berwujud
  • mendukung moratorium pajak bea transmisi elektronik di WTO
  • memberi perlakuan setara bagi perusahaan pembayaran elektronik AS

Nilai Transaksi Fantastis Hingga Rp525 Triliun

Kedua negara memuji kesepakatan komersial senilai US$33 miliar (≈ Rp525 triliun asumsi kurs Rp15.900/USD). Rinciannya:

  • Energi AS sekitar US$15 miliar (≈ Rp238,5 triliun)
  • Pesawat dan layanan aviasi US$13,5 miliar (≈ Rp214,6 triliun) termasuk Boeing
  • Produk pertanian lebih dari US$4,5 miliar (≈ Rp71,5 triliun)
Baca juga :  Siapa Mojtaba Khamenei? Putra Ali Khamenei yang Kini Memimpin Iran

Selain itu, Freeport-McMoRan menandatangani nota kesepahaman memperpanjang izin tambang di Grasberg — tambang tembaga terbesar kedua di dunia. Proyek ini diperkirakan menghasilkan US$10 miliar per tahun (≈ Rp159 triliun).


AS Tetap Kenakan Tarif 19 Persen untuk Produk RI

Meski Indonesia membuka pasar luas, Amerika tetap mempertahankan tarif impor 19% untuk produk Indonesia, kecuali barang tertentu yang mendapat tarif 0%.

AS juga berjanji membuat mekanisme khusus agar tekstil dan pakaian Indonesia bisa mendapat tarif 0% dalam kuota tertentu — terutama jika memakai bahan kapas atau serat dari Amerika.


Latar Belakang: Defisit Dagang AS dengan RI

Data pemerintah AS menunjukkan:

  • defisit perdagangan barang AS terhadap Indonesia mencapai US$23,7 miliar pada 2025 (≈ Rp376,8 triliun)
  • sebelum perjanjian, tarif rata-rata Indonesia 8%
  • tarif rata-rata AS hanya 3,3%
Baca juga :  Kemajuan Industri 4.0 Akan Dorong Indonesia Menuju Sepuluh Besar Kekuatan Ekonomi Global

Trump sejak 2025 memang mendorong kebijakan dagang secara agresif. Ia bahkan sempat menyatakan keadaan darurat nasional karena defisit perdagangan global Amerika yang besar dan dianggap merugikan pekerja domestik.


Penjelasan Berita: Siapa Untung?

Kesepakatan ini punya dampak strategis:

Bagi Amerika

  • ekspor meningkat
  • rantai pasok mineral kritis lebih kuat
  • sektor pertanian dan manufaktur mendapat pasar baru

Bagi Indonesia

  • investasi masuk besar
  • akses teknologi meningkat
  • peluang ekspor tekstil terbuka

Namun ada catatan: tarif 19% dari AS menunjukkan negosiasi belum sepenuhnya seimbang.


Intinya: Kesepakatan dagang Trump–Prabowo adalah salah satu perjanjian ekonomi terbesar di Asia Tenggara saat ini. Amerika mendapat akses pasar luas, Indonesia mendapat investasi jumbo. Tapi permainan tarif menunjukkan relasi dagang masih penuh strategi dan kepentingan.