Pipa Minyak Druzhba Mengalir Lagi, Dana Rp1.500 Triliun untuk Ukraina Akhirnya Cair
DIKSIMERDEKA.COM KIEV-Kran energi kembali dibuka. Pipa Druzhba yang sempat terhenti kini kembali mengalirkan minyak Rusia ke Eropadan dalam sekejap, kebuntuan politik mencair, membuka jalan pencairan dana jumbo Rp1.500 triliun untuk Ukraina.
Kembalinya aliran minyak ini menunjukkan satu hal penting, energi kini bukan lagi sekadar komoditas, melainkan alat tawar politik yang sangat menentukan.
Selama pipa Druzhba terhenti, Hungaria dan Slovakia menahan dukungan terhadap pinjaman Uni Eropa untuk Ukraina. Begitu aliran minyak kembali, veto langsung dicabut. Artinya, stabilitas energi menjadi kunci dalam setiap keputusan strategis di Eropa.
Situasi ini memperlihatkan betapa ketergantungan pada energi Rusia masih sangat besar. Bahkan di tengah konflik, negara-negara Eropa tetap harus bernegosiasi dengan realitas kebutuhan energi.
Aliran minyak Rusia melalui jalur pipa Druzhba yang melewati Ukraina kembali berjalan setelah sempat terhenti selama berbulan-bulan.
Seperti yang dilansir CNN,Kembalinya pasokan ini menjadi titik balik penting. Hungaria langsung mencabut veto terhadap pinjaman Uni Eropa untuk Ukraina senilai sekitar Rp1.500 triliun.
Kelompok energi Hungaria, MOL, memastikan aliran minyak telah kembali normal.
“MOL memperkirakan pengiriman minyak mentah pertama setelah pipa kembali beroperasi akan tiba di Hungaria dan Slovakia paling lambat besok,” tulis perusahaan tersebut.
Sumber industri menyebutkan, pemompaan dimulai sejak pagi waktu setempat.
Tak lama setelah itu, para duta besar Uni Eropa di Brussel langsung menyetujui pencairan dana tersebut.
Energi dan Politik Tak Terpisahkan
Pipa Druzhba kini menjadi simbol keterkaitan erat antara energi dan geopolitik. Sebelumnya, serangan drone Rusia merusak jalur pipa di Ukraina barat dan menghentikan pasokan minyak ke Hungaria serta Slovakia.
Kedua negara tersebut sangat bergantung pada minyak Rusia, sehingga gangguan pasokan langsung berdampak pada sikap politik mereka. Hungaria, di bawah Viktor Orban, bahkan dikenal sering mengambil posisi berbeda dari Uni Eropa dalam isu Rusia.
Nilai Strategis yang Besar
Pipa Druzhba memiliki kapasitas hingga 1,2–1,4 juta barel per hari, dengan potensi meningkat hingga 2 juta barel.
Nilai ekonominya mencapai sekitar Rp1,5 triliun per hari, menjadikannya salah satu jalur energi paling vital di kawasan Eropa. Namun, sanksi Barat dan gangguan keamanan membuat aliran minyak sempat menurun drastis.
Dampak Lebih Luas
Meski aliran kembali normal, ketidakpastian tetap membayangi.Jerman memastikan tidak akan lagi menerima minyak Kazakhstan melalui jalur Druzhba mulai Mei mendatang.
Langkah ini menunjukkan bahwa peta energi Eropa masih terus berubah akibat tekanan geopolitik.
Kembalinya pipa Druzhba bukan sekadar soal minyak yang mengalir. Ini adalah bukti bahwa energi kini menjadi “kunci permainan” dalam konflik global—menentukan arah kebijakan, membuka blokade politik, hingga menggerakkan dana raksasa lintas negara.

Tinggalkan Balasan