Tol Trans Jawa Padat, One Way Bisa Diperpanjang hingga Kalikangkung!, 2,3 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jakarta
DIKSIMERDEKA.COM JAKARTA Arus balik Lebaran 2026 belum selesai. Kepadatan di Tol Trans Jawa terus terjadi dan berpotensi meningkat dalam waktu dekat.
Pemerintah bersama Korlantas Polri bergerak cepat. Rekayasa lalu lintas one way yang semula diberlakukan dari KM 132 hingga KM 70 kini diperluas menjadi One Way Presisi Tahap I dari KM 263 Bulakamba hingga KM 70 Cikampek.
“Atas perintah Bapak Kapolri, hari ini Jumat 27 Maret 2026, dilaksanakan One Way Presisi Tahap I mulai pukul 09.00 WIB,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho di Command Center KM 29, Jawa Barat.
Sebelum diberlakukan penuh, petugas melakukan sterilisasi jalur sejak pukul 07.30 WIB. Proses clearance dilakukan bertahap dari KM 70 hingga KM 263 untuk memastikan jalur aman dari arah berlawanan.
Pembukaan jalur dilakukan secara estafet untuk mengurai kepadatan di rest area, mulai dari KM 70 hingga KM 132 dan berlanjut ke KM 164.
“Setelah jalur aman hingga KM 263, one way resmi dimulai pukul 09.00 WIB,” jelas Agus.
Menhub Dudy Purwagandhi mengakui kepadatan dipicu hambatan di sejumlah titik.
“Kepadatan terjadi di beberapa ruas, khususnya rest area,” ujarnya.
Data terbaru menunjukkan arus balik masih tinggi. Sekitar 2,3 juta kendaraan sudah masuk Jakarta, atau 69 persen dari total proyeksi.
Pada H+4 Lebaran saja, kendaraan yang kembali ke Jabotabek mencapai 206.243 unit.
Artinya, masih ada sekitar 30 persen kendaraan yang belum kembali ke ibu kota.
Mengantisipasi lonjakan berikutnya, Korlantas Polri kini menyiapkan skema perpanjangan one way.
“Kami juga persiapan besok pagi. One way tahap pertama dan tahap kedua belum kita cabut,” ujar Agus di KM 48 Tol Jakarta-Cikampek, Sabtu (28/3).
Jika terjadi peningkatan volume kendaraan dari Jawa Tengah, skema one way akan diperluas.
Opsinya mulai dari KM 275 Batang atau KM 390 Kendal.
Bahkan, jika lonjakan signifikan terjadi, one way nasional dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang bisa diberlakukan.
“Tinggal kita lihat traffic counting. Kalau meningkat, bisa sampai Kalikangkung,” tegasnya.
Meski demikian, arus saat ini masih relatif landai setelah puncak gelombang pertama pada 24 Maret.
“Diperkirakan besok puncaknya. Malam ini belum terlalu tinggi,” kata Agus.
Di sisi lain, penertiban kendaraan logistik terus dilakukan. Kendaraan sumbu tiga tetap dilarang beroperasi hingga 29 Maret.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kelancaran arus balik.
Di tengah padatnya lalu lintas, ada kabar positif. Angka kecelakaan selama arus mudik dan balik mengalami penurunan.
Fatalitas turun 30,4 persen, sementara jumlah kecelakaan turun 5,3 persen dibanding tahun lalu.
“Ini menunjukkan manajemen lalu lintas berjalan efektif,” ujar Menhub Dudy.
Polri memastikan pengamanan terus dilakukan hingga akhir periode arus balik.
“Kami pastikan jalur aman sebelum one way dibuka penuh demi keselamatan masyarakat,” kata Agus.
Dengan sisa arus balik yang masih besar, satu hal jelas: perjalanan belum selesai, dan kepadatan bisa kembali terjadi kapan saja.

Tinggalkan Balasan