DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya melanjutkan penataan menyeluruh Kawasan Pura Agung Besakih dengan fokus pada restorasi 26 pelinggih yang berada di kawasan suci tersebut. Program lanjutan ini disiapkan dengan total anggaran mencapai Rp203 miliar.

Dalam podcast yang digelar di kawasan Pura Agung Besakih, Rendang, Karangasem, Kamis (23/4/2026), Koster menegaskan bahwa Besakih bukan sekadar destinasi wisata, melainkan pusat spiritual umat Hindu yang harus dijaga kesucian, kehormatan, dan kelestariannya.

“Besakih ini bukan kawasan pariwisata biasa. Ini kawasan suci tempat umat menghaturkan bhakti dan memohon berkah kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” tegasnya.

Baca juga :  Gubernur Koster Bahas Kerja Sama Sampah, Pendidikan, dan Pariwisata dengan Konjen Swiss

Menurut Koster, penataan tahap pertama telah rampung, meliputi pembangunan kawasan parkir, penataan kebersihan, pengaturan perilaku pengunjung, serta ketertiban kawasan. Hasilnya, masyarakat yang tangkil kini dapat bersembahyang dengan aman, nyaman, dan tertib.

Ia menilai perubahan besar terlihat dari meningkatnya disiplin masyarakat, mulai dari parkir yang tertata, kawasan yang bersih, hingga kebiasaan membuang sampah pada tempatnya. Bahkan, Koster mengaku rutin memantau situasi kawasan Besakih melalui CCTV yang terhubung hingga rumah jabatan gubernur.

Tahap kedua penataan akan difokuskan pada kawasan Parahyangan, khususnya restorasi 26 pelinggih yang saat ini mengalami kerusakan, lapuk, reyot, hingga berjamur. Menurutnya, kondisi tersebut tidak layak bagi pura terbesar dan paling utama bagi umat Hindu di Bali.

Baca juga :  Koster Ajak Stakeholder Wujudkan Pariwisata Bali Berbasis Budaya dan Bermartabat

“Ini tempat memohon kerahayuan dan membangun kehidupan spiritual. Masa pelinggihnya lapuk, reyot, dan jamuran. Rumah Ida Bhatara tidak boleh seperti itu,” ujarnya.

Koster menegaskan seluruh restorasi wajib mengikuti pakem warisan leluhur. Material bangunan harus berkualitas terbaik, bentuk ukiran harus sesuai karakter masing-masing pelinggih, dan tidak boleh lagi dibangun berdasarkan selera pribadi maupun kemampuan dana semata.

Saat ini, tujuh pelinggih telah selesai direstorasi. Sementara 23 pelinggih lainnya akan mulai dikerjakan tahun ini dengan seremoni groundbreaking pada 1 Mei bertepatan Purnama. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026 setelah rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) selesai dilaksanakan.

Baca juga :  Menuju Green Island, Koster Percepat Energi Bersih dan Kendaraan Listrik di Bali

Selain penataan kawasan suci, Koster juga menyiapkan tahap berikutnya berupa pembangunan akses jalan menuju Besakih dari berbagai wilayah di Bali agar pemedek tidak lagi terjebak kemacetan saat hendak bersembahyang.

Menurutnya, menjaga Besakih merupakan bagian penting menjaga peradaban Bali dan warisan leluhur yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Bali hingga saat ini.

Editor: Agus Pebriana