DIKSIMERDEKA.COM KARANGASEM revitalisasi sekolah menjadi langkah serius pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan nasional. Program ini tidak hanya membangun fisik sekolah, tetapi juga memastikan siswa belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan layak.


Target Besar: 71 Ribu Sekolah

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa pemerintah meningkatkan skala program secara signifikan.

“Tahun 2026 ini, Bapak Presiden telah mengalokasikan anggaran untuk menambah jumlah sekolah yang direvitalisasi. Awalnya sekitar 11 ribu, kemudian ditambah 60 ribu, sehingga total menjadi sekitar 71 ribu sekolah,” ujarnya di Karangasem, Bali, Rabu (1/4).

Dengan demikian, revitalisasi sekolah 2026 menjadi salah satu program prioritas nasional.

Baca juga :  Undang Seniman Bondres, Ny. Putri Koster Ajak Sebarkan Program Pemerintah ke Masyarakat

🏫 Prioritas Sekolah Rusak dan Wilayah 3T

Selain itu, pemerintah memfokuskan program pada sekolah yang paling membutuhkan.

Sekolah dengan kondisi rusak berat, terdampak bencana, serta berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi sasaran utama.

Langkah ini diharapkan mempercepat pemerataan kualitas pendidikan.


🌴 Karangasem Jadi Contoh Nyata

Di Karangasem, sebanyak 19 satuan pendidikan telah direvitalisasi pada 2025.

Bupati I Gusti Putu Parwata memastikan program berjalan lancar dan tepat waktu.

Fasilitas yang diperbaiki meliputi ruang kelas, laboratorium, sanitasi, hingga ruang layanan pendidikan.

Baca juga :  Kabar Baik Guru, Tunjangan Kini Cair Tiap Bulan Mulai 2026, Rp18 Triliun Sudah Disalurkan

💬 Pesan Tegas: Fasilitas Harus Dirawat

Wamen Fajar mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak berhenti pada pembangunan.

“Kepada sekolah-sekolah yang menerima revitalisasi, saya ucapkan selamat. Mohon dirawat dan dijaga, karena perawatan tidak kalah penting agar fasilitas ini terus bermanfaat,” pesannya.


📈 Dampak Langsung di Sekolah

Kepala SD Negeri 3 Duda Timur, I Wayan Sudiana, merasakan perubahan signifikan.

“Pembelajaran di sekolah kami menjadi lebih kondusif dan aman. Masyarakat juga sangat antusias. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut ke depannya. Terima kasih untuk semua yang ikut menyukseskan program ini sehingga bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.*

Dengan demikian, revitalisasi sekolah 2026 tidak hanya berdampak pada fasilitas, tetapi juga kualitas belajar.

Baca juga :  Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat Tabanan : Saya Juga Sering Diejek, Jangan Pernah Menyerah

🔍 Analisis: Investasi Besar untuk SDM

Program ini menunjukkan arah baru kebijakan pendidikan:

  • Fokus pada kualitas lingkungan belajar
  • Pemerataan akses pendidikan
  • Investasi jangka panjang sumber daya manusia

Selain itu, kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri juga meningkat.


Revitalisasi sekolah 2026 menjadi fondasi penting bagi masa depan pendidikan Indonesia. Dengan fasilitas yang lebih baik, kualitas pembelajaran diharapkan ikut meningkat.