DPRD Bali Minta Harus Ada Antisipasi Jika Takbiran Bertepatan dengan Nyepi
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Wakil Ketua DPRD Bali I Komang Nova Sewi Putra meminta agar ada langkah antisipasi yang disiapkan majelis umat beragama jika pelaksanaan takbiran bertepatan dengan Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026.
Menurutnya langkah antisipasi sangat penting agar pelaksanaan kedua hari besar keagamaan di Pulau Dewata berlangsung aman dan nyaman.
“Secara resmi kita kan masih menunggu sidang Isbat, seruan ini adalah antisipasi jika lebaran terjadi pada tanggal 20 Maret, lalu tanggal 19 terjadi Takbiran,” terangnya saat ditemui usai Rakor terkait Keamanan Nyepi di Kantor DPRD Bali, Kamis (12/03/2026).

Ia mengatakan jika takbiran bertepatan dengan pelaksanaan Nyepi, DPRD berharap umat Islam bisa melakukan takbiran di rumah masing-masing sehingga tidak mengganggu kesakralan Nyepi.
“Walau bagaimanapun kita juga harus memperhatikan keamanan, kenyamanan, serta kekhuyukan kita di dalam pelaksanaan Nyepi,” terangnya.
Ia berharap seluruh umat beragama yang ada di Bali mampu saling menghormati dan menjaga keamanan dan kenyamanan agar dua hari besar keagamaan dapat berjalan harmoni.
Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster telah melakukan rapat bersama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang digelar di Gedung Kerthasabha, Jayasabha, Denpasar, Rabu (11/3/2026).
Dalam kesempatan itu, dibahas agar pelaksanaan Nyepi dan Idulfitri di Pulau Bali dapat berjalan nyaman dan aman.
Koster mengatakan seluruh pihak dan majelis umat beragama yang hadir dalam rakor tersebut bersepakat menjaga situasi tetap aman, nyaman, dan tertib selama pelaksanaan dua hari besar keagamaan tersebut.
“Semua majelis umat sepakat Nyepi dan Idulfitri dilaksanakan dengan aman, nyaman, dan tertib,” ujarnya.
Lebih jauh, terkait polemik pelaksanaan takbiran yang berpotensi dilaksanakan ketika hari raya Nyepi, Koster mengatakan pemerintah daerah masih menunggu keputusan resmi dari sidang isbat pemerintah pusat.
“Keputusanya menunggu sidang isbat, kita tunggu saja itu, jangan ditanya itu dulu karena belum ada keputusan,” terangnya.
Sementara itu, Ketua MDA Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, mengatakan semua pihak yang hadir dalam rakor telah sepakat untuk saling menghormati pelaksanaan hari besar keagamaan, termasuk Nyepi dan Idulfitri yang waktunya berdekatan tahun ini.
Ia menegaskan, seluruh majelis umat beragama di Bali telah bertekad untuk terus menjaga keharmonisan antarumat. Komunikasi juga akan dilakukan secara intensif kepada umat masing-masing agar tetap mengedepankan sikap saling menghormati.
Lebih lanjut, Sukahet menyampaikan pihaknya telah menerima jaminan konkret dari sejumlah organisasi Islam, seperti Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah, untuk mengimbau umat Muslim menjaga kesakralan Hari Raya Nyepi.
“Sehingga hal-hal seperti takbiran atau teraweh tidak mengganggu kekhuyukan Nyepi,” terangnya.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan