DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Perhubungan meminta masyarakat melaporkan jika menemukan bus Trans Metro Dewata (TMD) yang mengeluarkan asap hitam saat beroperasi dijalan. Laporan dari masyarakat dinilai penting sebagai bahan evaluasi untuk memastikan armada tetap laik jalan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bali I Kadek Mudarta mengatakan saat ini TMD tidak melakukan efisiensi atau pengurangan anggaran untuk perawatan. Ia mengatakan operasional bus dijalankan dengan sistem pembelian layanan (buy the service) yang sudah mencakup biaya perawatan, bahan bakar, dan pengemudi.

Untuk itu, ia pun menepis asap hitam yang keluar dari TMD diakibat pengurangan anggaran perawatan bus tersebut. Mudarta berdalih asap hitam tersebut lebih disebabkan oleh kesalahan dalam cara pengemudi mengoperasikan kendaraan.

Baca juga :  Puncak Arus Balik ke Bali Diperkirakan 14-15 April 2024

“Misalnya saat mengatur gas atau perpindahan gigi, yang terkadang bisa menyebabkan munculnya asap,” terangnya Selasa (10/03/2026).

Meski demikian, Mudarta mengatakan jika ada bus TMD yang mengeluarkan asap hitam, pihaknya akan langsung menindaklajuti dengan segera melakukan perbaikan. Ia pun mengajak masyarakat aktif melaporkan ke dinas perbuhungan jika ada bus yang mengeluarkan asap hitam saat beroperasi dijalan. “Masukan tersebut sebagai evaluasi,” ternagnya.

Kadek Mudarta mengatakan saat ini jumlah harian penumpang TMD menunjukan tren peningkatan. Pihaknya mencatat rata-rata penumpang harian mencapai sekitar 4700 orang, naik sekitar 7 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada dikisaran 4400 penumpang.

Baca juga :  Kadishub Prediksi Puncak Arus Mudik Keluar Bali Terjadi pada 17 Maret

Kadek Mudarta mengatakan sejak dialihkan pengelolaan ke pemerintah daerah pada tahun 2025 dengan skema pendanaan bersama, jumlah harian penumpang TMD mengalami peningkatan.

Ia mengatakan peningkatan tersebut menjadi indikator bahwa layanan angkutan umum masih diminati masyarakat.

“Ini angka yang rumayan, meskipun orang yang tidak pernah naik Trans Metro bilang busnya sepi, bus hantu. Tapi kalau berdasarkan data ini kan rumayan,” terangnya.

Untuk menunjang perkembangan angkutan umum tersebut, pemerintah berencana menyiapkan peningkatan sarana pendukung. Mudarta mengatakan pada tahun ini, pemerintah provinsi telah menganggarkan pembangunan dua halte baru yang bersumber dari APBD.

Di samping itu, pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk pembangunan halte di titik strategis.

Baca juga :  Dishub Bali Klarifikasi Runtuhnya Jembatan Penghubung Dermaga Toya Pakeh

Berdasarkan rencana awal, Mudarta mengatakan satu halte akan dibangun di kawasan Kuta Plaza, sementara satu titik lainnya direncanakan di depan Cineplex Denpasar, meskipun khusus untuk lokasi kedua, masih dalam kajian bersama.

Meski ada penambahan halte baru, Mudarta menjelaskan, jaringan layanan Trans Metro Dewata pada tahun ini masih tetap beroperasi dengan enam koridor seperti tahun sebelumnya.

“Untuk koridornya masih sama dengan tahun lalu yaitu enam koridor untuk Trans Metro Dewata. Sementara Trans Serbagita difokuskan 1 koridor yaitu dari GOR Ngurah Rai ke Bukit Jimbaran,” terangnya.

Reporter: Agus Pebriana