DIKSMERDEKA.COM, DENPASAR – Jumlah harian penumpang Trans Metro Dewata (TMD) menunjukan tren peningkatan. Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali mencatat rata-rata penumpang harian mencapai sekitar 4700 orang, naik sekitar 7 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada dikisaran 4400 penumpang.

Kepala Dinas Perhubungan Bali I Kadek Mudarta mengatakan sejak dialihkan pengelolaan ke pemerintah daerah pada tahun 2025 dengan skema pendanaan bersama, jumlah harian penumpang TMD mengalami peningkatan. Ia mengatakan peningkatan tersebut menjadi indikator bahwa layanan angkutan umum masih diminati masyarakat.

“Ini angka yang rumayan, meskipun orang yang tidak pernah naik Trans Metro bilang busnya sepi, bus hantu. Tapi kalau berdasarkan data ini kan rumayan,” terangnya.

Baca juga :  Dishub Bali Klarifikasi Runtuhnya Jembatan Penghubung Dermaga Toya Pakeh

Untuk menunjang perkembangan angkutan umum tersebut, pemerintah berencana menyiapkan peningkatan sarana pendukung. Mudarta mengatakan pada tahun ini, pemerintah provinsi telah menganggarkan pembangunan dua halte baru yang bersumber dari APBD.

Di samping itu, pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk pembangunan halte di titik strategis.

Berdasarkan rencana awal, Mudarta mengatakan satu halte akan dibangun di kawasan Duta Plaza, sementara satu titik lainnya direncanakan di depan Cineplex Denpasar, meskipun khusus untuk lokasi kedua, masih dalam kajian bersama.

Meski ada penambahan halte baru, Mudarta menjelaskan, jaringan layanan Trans Metro Dewata pada tahun ini masih tetap beroperasi dengan enam koridor seperti tahun sebelumnya.

Baca juga :  Dishub Minta Masyarakat Laporkan Jika Temukan Bus TMD Berasap Hitam di Jalan

“Untuk koridornya masih sama dengan tahun lalu yaitu enam koridor untuk Trans Metro Dewata. Sementara Trans Serbagita difokuskan 1 koridor yaitu dari GOR Ngurah Rai ke Bukit Jimbaran,” terangnya.

Sementara itu, terkait rencana penambahan armada, Mudarta menyebut untuk tahun ini belum ada pengadaan bus baru Trans Metro Dewata. Meski demikian, ia mengatakan pemerintah provinsi akan menerima hibah sebanyak 10 kendaraan listrik dari Global Green Growth Institute.

Ia mengatakan hibah tersebut masih dalam proses pembuatan karoseri. Jika proses berjalan lancar, Mudarta mengatakan kendaraan tersebut diperkirakan tiba sekitar Juli 2026.

“Namun distribusinya akan melalui pemerintah pusat terlebih dahulu, di mana bus akan ditangani oleh Kementerian Perhubungan. Sementara penyediaan stasiun pengisian daya berada di Kementerian ESDM,” terangnya.

Baca juga :  Tertibkan Usaha Angkutan Online, Dishub Bali Kumpulkan Stakeholder Terkait

Sebelumnya, TMD sempat berhenti beroperasi selama empat bulan setelah Kementerian Perhubungan memutuskan menyetop anggaran operasional bus tersebut.

Namun atas desakan publik, Pemerintah Provinsi Bali pun mengambil alih pembiayaan dengan skema gotong royong dengan pemerintah kabupaten/kota.

Adapun peresmian operasional ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama pembiayaan operasional Bus TMD antara Pemprov Bali dengan Pemerintah Kabupaten Badung, Gianyar, Tananan dan Kota Denpasar, di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jumat (18/04/2025).

Reporter: Agus Pebriana