DIKSIMERDEKA.COM, TEL-AVIV Militer Israel menyatakan Amerika Serikat dan Israel telah melakukan “perencanaan erat dan bersama selama berbulan-bulan” sebelum meluncurkan kampanye serangan terhadap Iran.

Menurut Israel Defense Forces (IDF), koordinasi tersebut memungkinkan kedua militer melakukan “serangan luas dengan sinkronisasi dan koordinasi penuh.” Operasi itu diklaim bertujuan untuk “secara menyeluruh melemahkan rezim Iran” serta “menghapus ancaman eksistensial terhadap Israel.”

Laporan sebelumnya menyebut rudal balistik dan peluncurnya menjadi target awal serangan Israel.


Bahrain: Fasilitas Armada Kelima AS Diserang Rudal

Badan berita resmi Bahrain melaporkan pusat layanan United States Fifth Fleet di Manama telah “menjadi sasaran serangan rudal.”

Baca juga :  Pipa Minyak Druzhba Mengalir Lagi, Dana Rp1.500 Triliun untuk Ukraina Akhirnya Cair

Armada Kelima merupakan tulang punggung operasi Angkatan Laut AS di Teluk Persia dan kawasan Timur Tengah. Jika serangan ini menimbulkan kerusakan signifikan, maka konflik tak lagi terbatas pada Iran dan Israel, tetapi langsung menyasar aset strategis Amerika di kawasan.

Hingga kini belum ada rincian resmi soal korban atau dampak kerusakan dari pihak Washington.


Analisis: Serangan Bisa Perkuat Posisi Netanyahu Jelang Pemilu

Bagi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, isu Iran telah lama menjadi agenda utama politiknya. Sejak lama ia memperingatkan ancaman nuklir Teheran dan agresi regionalnya.

Baca juga :  Anak Muda Jepang Bangkit! Tolak Perubahan Konstitusi: “Jangan Tunduk ke Amerika!”

Serangan gabungan AS–Israel ini berpotensi memperkuat posisi Netanyahu menjelang pemilu yang dijadwalkan Oktober 2026, meski ketegangan koalisi bisa memajukannya.

Netanyahu membingkai serangan sebagai bagian dari respons Israel atas serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Ia juga menonjolkan kedekatannya dengan Donald Trump sebagai aset politik di tahun pemilu.

Efek “rally-around-the-flag” biasanya muncul saat krisis keamanan di Israel. Pemimpin oposisi Yair Lapid bahkan menyatakan dukungan persatuan nasional.

Baca juga :  Trump Klaim Tangan Kanan ISIS Tewas dalam Operasi Gabungan AS-Nigeria

Namun dampak politik jangka panjang belum pasti. Operasi militer sebelumnya hanya memberi kenaikan sementara dalam survei Netanyahu. Jika Iran membalas dengan serangan besar yang menimbulkan korban signifikan di Israel, perhitungan politik bisa berubah drastis.


Eskalasi Regional Semakin Nyata

Dengan pengakuan perencanaan militer berbulan-bulan dan meluasnya target hingga Bahrain, konflik kini memasuki fase yang lebih sistematis dan terbuka.

Pertanyaannya kini: apakah ini langkah menuju perang kawasan yang lebih luas, atau masih ada ruang bagi diplomasi untuk menghentikan spiral eskalasi?