Perkuat Budaya Literasi Masyarakat, Dinas Perpustakaan Denpasar Targetkan 45 Ribu Kunjungan Tahun 2026
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Upaya memperkuat budaya literasi masyarakat terus menjadi perhatian utama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar. Pada tahun 2026, Dinas Perpustakaan menargetkan total kunjungan mencapai 45.246 orang yang mencakup kunjungan langsung maupun kunjungan digital.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar Cokorda Gede Partha Sudarsana mengatakan target tersebut meningkat sekitar 10 persen dibandingkan capaian tahun 2025.
Ia mengatakan data kunjungan dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan. Pada 2023, jumlah pengunjung tercatat 10.673 orang. Lalu meningkat menjadi 17.924 orang pada 2024, dan melonjak drastis menjadi 41.133 orang pada 2025.

“Trennya kita tingkat kunjungan dalam tiga tahun terakhir meningkat ya,” terangnya saat ditemui di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Jumat (20/02/2026).
Cokorda mengatakan peningkatan ini tidak lepas dari inovasi layanan, terutama penyediaan perpustakaan kontainer di ruang publik.
Fasilitas tersebut dinilai lebih mudah dijangkau masyarakat dan menjadi magnet kunjungan, terutama dari kalangan pelajar serta orang tua yang memanfaatkan waktu menunggu anak di sekitar area fasilitas umum.
Sebaliknya, kunjungan ke gedung perpustakaan utama di Jalan Surapati masih relatif lebih rendah. Salah satu penyebabnya adalah belum optimalnya sosialisasi keberadaan layanan kepada masyarakat luas.
“Mungkin ya karena belum semua masyarakat tahu bahwa disini itu ada perpustakaan,” terangnya.
Lebih jauh, Cokorda mengatakan untuk memperkuat budaya membaca, dinas menjalankan sejumlah program strategis. Di antaranya penguatan kerja sama perpustakaan guna meningkatkan indeks pembangunan literasi masyarakat, pelaksanaan kegiatan literasi kolaboratif bersama Bunda Literasi, serta penyelenggaraan berbagai aktivitas edukatif seperti bercerita, seni budaya, hingga pameran buku.
“Kami juga melakukan pengadaan bahan pustaka dan pelestarian naskah kuno sebagai bagian dari upaya menjaga warisan pengetahuan lokal sekaligus memperkaya sumber referensi publik,” terangnya.
Cokorda mengatakan dalam merealisasikan program tersebut, Dinas Perpustakaan telah menyiapkan anggaran sekitar Rp500 juta lebih untuk tahun 2026.
Meski demikian, Cokorda mengatakan pengelolaan perpustakaan saat ini menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya keterbatasan koleksi yang belum sepenuhnya memenuhi standar nasional, baik dari sisi jumlah judul maupun ketersediaan ruang penyimpanan.
Saat ini tambahnya, perpustakaan memiliki sekitar 21.844 judul buku fisik dengan 40.982 eksemplar, serta koleksi digital sebanyak 892 judul dengan 1.822 eksemplar.
“Perubahan perilaku membaca masyarakat akibat perkembangan teknologi juga menjadi tantangan tersendiri,” terangnya.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan