DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menyentil kinerja Anggota DPR dan DPD yang dinilainya lebih banyak “berkutat” di Bali ketimbang memperjuangkan kepentingan rakyat Bali di tingkat pusat.

Koster tidak menyebut siapa anggota yang dimaksud, ia hanya menjelaskan sebagai anggota DPR dan DPD medan perjuangan seharusnya ada di tingkat kementerian dan lembaga.

“Berjuangnya itu di Kementerian sebagai mitra kerjanya. Bukan malah di Bali, karena di Bali sudah ada DPRD,” terangnya saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan NCPI Provinsi Bali, di Denpasar, Rabu (18/02/2026).

Baca juga :  Gubernur Koster Sampaikan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi tentang Raperda APBD 2021

Ia menekankan, banyak persoalan strategis Bali yang membutuhkan intervensi kebijakan dan anggaran dari pemerintah pusat.

Karena itu, anggota DPR dan DPD RI diminta aktif memperjuangkan aspirasi tersebut di kementerian terkait agar mendapat dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca juga :  Gubernur Koster Support Persatuan Tinju Amatir Provinsi Bali

Koster mencontohkan, ketika menemukan sekolah yang rusak saat turun ke lapangan, anggota DPR atau DPD seharusnya menanyakan kebutuhan riil pihak sekolah, lalu memperjuangkanya ke Kementerian Pendidikan agar mendapat bantuan pembangunan.

Begitu pula dengan rumah sakit yang kekurangan fasilitas, menurutnya dapat diperjuangkan melalui Kementerian Kesehatan untuk pengadaan alat kesehatan.

“Begitu seharusnya menjadi pejuang. Di Jakarta kita berjuang, di Bali kita menggali aspirasi, turun ke bawah, tanyakan apa masalahnya. Bukan dimarah-marahin,” ujarnya.

Baca juga :  Bali Jadi Daerah Terbesar Penerima KUR

Koster berkaca pada pengalamannya. Saat menjadi anggota DPR RI, ia lebih banyak berjuang di pusat, sehingga lahir sejumlah regulasi yang menguntungkan Bali.

“Dulu saya di DPR, berjuangnya di Jakarta, sehingga ada undang-undang untuk Provinsi Bali. Begitu seharusnya menjadi pejuang,” tegasnya.

Reporter: Agus Pebriana