DIKSIMERDEKA.COM, PYONGYANG-Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un meresmikan kawasan perumahan baru di Pyongyang bagi keluarga tentara Korut yang tewas saat bertempur bersama pasukan Rusia di Ukraina. Langkah ini disebut sebagai bentuk penghormatan negara kepada para prajurit yang gugur di medan perang.

Media pemerintah menayangkan foto Kim berjalan di jalan baru bernama Saeppyol Street, didampingi putrinya yang semakin sering tampil di publik dan diyakini bernama Kim Ju-ae. Di lokasi itu, Kim mengunjungi rumah keluarga korban sambil berjanji akan membalas jasa para “martir muda” yang “mengorbankan segalanya untuk tanah air”.begitu laporan yang dilansir dari The Guardian.

Kim menegaskan kawasan di distrik Hawasong itu melambangkan “semangat dan pengorbanan” para tentara yang gugur. Rumah-rumah tersebut, katanya, disediakan agar keluarga yang ditinggalkan bisa “bangga pada putra dan suami mereka serta hidup bahagia”.

Baca juga :  Oposisi Rusia Alexei Navalny Diduga Dibunuh Racun Katak Ekuador, Eropa Tuding Kremlin

Ia juga mengaku mendorong proyek itu selesai “bahkan satu hari lebih cepat” dengan harapan dapat memberi “sedikit penghiburan” bagi keluarga korban.

Langkah ini muncul saat propaganda Korea Utara makin gencar memuliakan pasukan yang dikirim membantu perang Rusia melawan Ukraina. Sebelumnya, Pyongyang juga meresmikan kompleks memorial berisi patung tentara. Para analis menilai kampanye ini bertujuan memperkuat persatuan internal sekaligus menekan potensi ketidakpuasan publik.

Dalam beberapa bulan terakhir, Kim dilaporkan mengirim ribuan tentara serta perlengkapan militer besar, termasuk artileri dan rudal, untuk mendukung perang Presiden Rusia Vladimir Putin. Kedua pemimpin diketahui semakin kompak di tengah tekanan terpisah dari Washington.

Baca juga :  Rusia Coret Whatsapp dan YouTube dari DNS, Akses Tanpa VPN Terblokir

Pekan lalu, Kim bahkan berjanji akan “mendukung tanpa syarat” seluruh kebijakan dan keputusan Putin.

Berdasarkan pakta pertahanan bersama dengan Moskow, Korea Utara pada 2024 mengirim sekitar 14.000 prajurit ke Ukraina. Sumber Korea Selatan, Ukraina, dan Barat memperkirakan lebih dari 6.000 di antaranya tewas di medan tempur.

Badan Intelijen Nasional Korea Selatan menilai pasukan Korut justru memperoleh keuntungan dari perang tersebut. Mereka mendapatkan pengalaman tempur modern dan dukungan teknis Rusia yang berpotensi meningkatkan kemampuan sistem persenjataan Pyongyang. Informasi itu disampaikan kepada anggota parlemen dalam pengarahan tertutup pekan lalu.

Baca juga :  Zelensky Ngotot! Minta Jaminan Keamanan 20 Tahun dari AS Sebelum Teken Damai

Peresmian jalan baru ini juga bertepatan dengan persiapan Korea Utara menggelar kongres besar partai berkuasa akhir bulan ini. Dalam forum tersebut, Kim diperkirakan mengumumkan agenda kebijakan domestik dan luar negeri lima tahun ke depan sekaligus memperkuat kendali politiknya.

Analis Korea Institute for National Unification, Hong Min, menilai waktunya bukan kebetulan. Menurutnya, momen peresmian itu merupakan “langkah politik yang sangat diperhitungkan untuk membenarkan pengerahan pasukan” menjelang kongres partai.

“Ini memvisualisasikan negara memberi kompensasi nyata kepada keluarga tentara yang gugur sebagai simbol pertunjukan politik,” ujarnya.