BNP Menang Telak Pemilu Bangladesh, Era Baru Politik Dimulai Usai Kejatuhan Hasina
Kemenangan Besar BNP Setelah 20 Tahun
DIKSIMERDEKA.COM, DHAKA-Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) meraih kemenangan telak dalam pemilu pertama sejak rezim Sheikh Hasina tumbang akibat pemberontakan generasi muda. Komisi pemilihan memastikan koalisi BNP mengantongi 212 kursi dan kembali berkuasa setelah dua dekade, sementara koalisi Jamaat-e-Islami memperoleh 77 kursi.
Pemilu Dianggap Ujian Demokrasi Bangladesh
Pemungutan suara ini dipandang sebagai pemilu paling bebas dalam hampir 20 tahun. “Ini hari bahagia bagi kami, tapi lebih dari itu kemenangan demokrasi,” ujar elite BNP, Nazrul Islam Khan. Ia menegaskan rakyat rela antre panjang demi merebut kembali hak suara dan mengakhiri iklim ketakutan.
BNP Janji Pemerintahan Bersih dan Reformasi
Khan mengakui tantangan besar menanti pemerintahan baru. “Kerja keras dimulai sekarang: membangun institusi, membuka peluang anak muda, dan membuktikan pemerintah bertanggung jawab kepada rakyat,” katanya.
Dunia Internasional Langsung Bereaksi
India menjadi negara pertama yang memberi ucapan selamat. PM Narendra Modi menyebut kemenangan BNP “tegas” dan menyatakan siap bekerja sama. Amerika Serikat dan Pakistan juga mengirimkan pesan dukungan.
Tarique Rahman Menuju Kursi Perdana Menteri
Pemimpin BNP, Tarique Rahman, yang baru pulang dari pengasingan 17 tahun di London, diproyeksikan menjadi perdana menteri. Ia merupakan putra mantan PM Khaleda Zia dan Presiden Ziaur Rahman yang tewas dibunuh pada 1981.
Oposisi Akui Kalah tapi Soroti Dugaan Kejanggalan
Ketua Jamaat-e-Islami Shafiqur Rahman mengakui kekalahan dan berjanji menjalankan “politik positif”. Namun partainya menuding ada kejanggalan penghitungan suara di beberapa daerah yang “menimbulkan pertanyaan serius atas integritas hasil”.
Warisan Rezim Hasina Masih Membayangi
Laporan HAM dan PBB sebelumnya menuding pemerintahan Hasina menindas oposisi; ribuan orang disebut hilang, disiksa, atau dibunuh. Tiga pemilu terakhir di eranya juga diwarnai tuduhan kecurangan.
Suara Rakyat: Ingin Perubahan Nyata
Mahasiswi Sadia Chowdhury berharap pemerintah baru tak melupakan pengorbanan rakyat. “Kami ingin rasa takut berakhir, bukan sekadar ganti wajah. Jika ada pekerjaan berbasis merit dan hukum ditegakkan, barulah kami merasa negara ini milik kami,” ujarnya.
Partisipasi Pemilih Naik Tajam
Komisi pemilu mencatat partisipasi mencapai 59,4%, naik dari 42% pada pemilu sebelumnya. Untuk pertama kalinya diaspora luar negeri ikut memilih dengan partisipasi 80,11%.
Referendum Reformasi Konstitusi Disetujui
Bersamaan pemilu, referendum reformasi konstitusi digelar. Paket July Charter yang membatasi masa jabatan PM dua periode dan memperkuat peradilan disetujui lebih dari 68% pemilih.
Hasina Sebut Pemilu ‘Lelucon Politik’
Sheikh Hasina, yang kini di pengasingan di India setelah divonis mati atas tuduhan kejahatan kemanusiaan, mengecam pemilu sebagai “lelucon yang dirancang rapi” dan meminta hasil dibatalkan.

Tinggalkan Balasan