BKPSDM Bali Kembangkan Assessment Center dengan Konsep Co-i3, Perkuat SDM ASN Lintas Daerah
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bali terus memperkuat kualitas aparatur sipil negara (ASN) melalui inovasi pengembangan kompetensi. Salah satunya diwujudkan lewat Pelatihan Penatalaksanaan dan Pengembangan Simulasi Assessment Center yang digelar pada awal Februari 2026.
Kepala BKPSDM Provinsi Bali, I Wayan Budiasa, menegaskan bahwa kegiatan pengembangan kompetensi seperti ini merupakan agenda rutin yang wajib dilaksanakan setiap tahun. Hal tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara.
“Pengembangan kompetensi ASN ini adalah kewajiban yang harus kami laksanakan secara berkelanjutan. Tahun ini, atas arahan kami, pelaksanaannya dikemas berbeda agar dampaknya lebih terasa dan relevan dengan kebutuhan pengelolaan SDM aparatur,” ujar Wayan Budiasa, ditemui di Gedung UPTD Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia, Senin (2/2/26).

Ia menjelaskan, pelatihan yang sebelumnya bersifat internal kini dikembangkan dengan pendekatan Co-i3, yakni collaboration, in house, in nature, dan in the sky. Pendekatan ini dirancang untuk memperkaya pengalaman belajar sekaligus memperluas jejaring pengelolaan SDM aparatur lintas wilayah.
“Kalau dulu hanya internal, istilahnya 3G, gue lagi, gue lagi, sekarang kita buka ruang kolaborasi. Ada pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik antardaerah,” jelasnya.
Konsep collaboration diwujudkan melalui keterlibatan sembilan kabupaten/kota se-Bali, tiga kabupaten dari luar Provinsi Bali, serta mitra strategis dari BKD Provinsi Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Kanreg X BKN. Kolaborasi ini menjadi wadah berbagi praktik terbaik pengelolaan SDM aparatur.
Dari sisi metode, pelatihan menggunakan pendekatan experiential learning, yakni belajar melalui pengalaman langsung. Peserta tidak hanya mengikuti pembelajaran di kelas (in house), tetapi juga menjalani pembelajaran berbasis alam (in nature) serta pengalaman tematik dari sudut pandang berbeda (in the sky).
“Kami ingin peserta tidak hanya paham konsep, tetapi benar-benar mengalami proses pembelajaran itu sendiri. Karena dengan mengalami, pemahaman akan jauh lebih kuat,” kata Budiasa.

Pada hari ketiga, peserta mengikuti fun game tematik yang berkaitan dengan materi pemberian feedback pasca asesmen. Kegiatan ini dipadukan dengan kunjungan edukatif ke Turyapada Tower di kawasan KBS 6.0 Kerthi Bali, menara setinggi 115 meter dengan total elevasi mencapai 1.636 meter di atas permukaan laut.
“Turyapada Tower kami pilih sebagai bagian dari pembelajaran in the sky. Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi pengenalan inovasi pembangunan SDM Bali Unggul dan pariwisata modern yang terintegrasi,” ungkapnya.
Pelatihan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama berlangsung selama tiga hari, 2–4 Februari 2026, dengan 51 peserta yang terdiri dari pejabat pengelola kepegawaian dan asesor SDM aparatur. Materinya berfokus pada praktik penatalaksanaan pemberian feedback pasca asesmen berbasis kasus nyata.
Sementara itu, sesi kedua dilaksanakan pada 5–6 Februari 2026 dan diikuti 36 peserta khusus asesor SDM aparatur. Sesi ini menitikberatkan pada pengembangan teknis simulasi assessment center guna meningkatkan kualitas penilaian potensi dan kompetensi ASN.
Peserta berasal dari lingkungan Pemprov Bali, pemerintah kabupaten/kota se-Bali, BKD Provinsi Jawa Timur, NTT, NTB, Kanreg X BKN, serta Kabupaten Bima, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya. Keberagaman latar belakang ini memperkaya diskusi dan perspektif pengelolaan SDM aparatur.
“Kami ingin semua peserta pulang membawa pengetahuan baru, jejaring baru, dan semangat yang sama untuk membangun SDM aparatur yang profesional dan berintegritas,” kata Budiasa.
Sebagai luaran kegiatan, peserta memperoleh e-sertifikat pengembangan kompetensi melalui mekanisme Corporate University BKPSDM Provinsi Bali, dengan bobot 24 Jam Pelajaran (JP) untuk sesi pertama dan 16 JP untuk sesi kedua. Sertifikat tersebut menjadi bagian dari rekam jejak kompetensi ASN dalam sistem manajemen talenta.
“Harapannya, hasil pelatihan ini tidak berhenti di kelas, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam tata kelola SDM aparatur di masing-masing instansi,” pungkas Wayan Budiasa.

Tinggalkan Balasan