Komoditas Oleng Bea Cukai Tetap Setor Rp300 Triliun ke Negara
Fluktuasi Komoditas Tak Goyahkan Penerimaan Negara
Di tengah gelombang fluktuasi harga komoditas dunia dan perdagangan global yang belum sepenuhnya stabil, penerimaan kepabeanan dan cukai 2025 justru menunjukkan daya tahan yang patut tercatat. Negara berhasil menghimpun Rp300,3 triliun dari penerimaan bea cukai , setara 99,6 persen dari target APBN 2025.
Angka tersebut sekaligus menegaskan bahwa penerimaan kepabeanan dan cukai 2025 masih menjadi penyangga fiskal yang relatif solid. Bahkan, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kinerjanya masih tumbuh tipis 0,02 persen dari realisasi 2024 sebesar Rp300,2 triliun.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menilai capaian ini bukan sekadar angka, melainkan refleksi kemampuan fiskal bertahan di tengah tekanan global. Meski produksi menyusut dan harga komoditas bergejolak, penerimaan tetap terjaga.
“Penerimaan kepabeanan dan cukai Rp300,3 triliun, ini sekitar 99,6 persen APBN, relatif sama dengan tahun lalu,” ujar Suahasil dalam Konferensi Pers APBN KiTa perdana 2026 di Jakarta.
Cukai Tertekan, Bea Keluar Justru Melejit
Namun, bila mencerna lebih dalam, struktur penerimaan kepabeanan dan cukai 2025 menunjukkan cerita yang berlapis. Cukai, yang selama ini menjadi tulang punggung, justru mengalami kontraksi.
Realisasi cukai hanya mencapai Rp221,7 triliun atau turun 2,1 persen daripada tahun 2024. Penurunan ini tidak terlepas dari menyusutnya produksi hasil tembakau, yang selama ini menyumbang porsi terbesar cukai nasional.
Sebaliknya, bea keluar justru mencatat lonjakan signifikan. Sepanjang 2025, penerimaan bea keluar mencapai Rp28,4 triliun atau melonjak 36,1 persen secara tahunan. Kinerja ini terpacu oleh naiknya harga crude palm oil (CPO), meningkatnya volume ekspor sawit dan produk turunannya, serta pelonggaran kebijakan ekspor konsentrat tembaga.
Sementara itu, penerimaan bea masuk tercatat Rp50,2 triliun. Angka tersebut turun 5,3 persen daripada tahun sebelumnya, sejalan dengan melambatnya impor dan semakin masifnya pemanfaatan fasilitas perdagangan internasional berbasis perjanjian bebas (FTA).
Baca juga : Taiwan Makin Cuan, Jasa Bersih-Bersih Dibayar Rp500 Ribu per Jam
Efisiensi Pelabuhan Jadi Penopang Perdagangan
Di luar fungsi sebagai mesin penerimaan, penerimaan kepabeanan dan cukai 2025 juga ditopang oleh perbaikan layanan perdagangan. Pemerintah mempercepat arus logistik sebagai bagian dari strategi menjaga daya saing ekonomi.
Dwelling time impor, misalnya, berhasil ditekan dari 3,52 hari pada 2024 menjadi 3,02 hari di 2025. Sementara itu, proses customs clearance dipangkas dari 0,49 hari menjadi 0,42 hari.
Perbaikan ini, menurut Suahasil, menjadi bukti konkret reformasi layanan di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
“Ini menurut saya pencapaian yang baik dari teman-teman Bea Cukai,” ujarnya.
Pengawasan Diperketat, Rokok Ilegal Digempur
Seiring optimalisasi layanan, DJBC juga memperketat pengawasan. Sepanjang 2025, tercatat 36.453 kali penindakan, dengan dominasi kasus di sektor cukai sebanyak 21.470 kasus.
Nilai barang hasil penindakan mencapai Rp9,9 triliun. Dari jumlah itu, impor ilegal mendominasi senilai Rp7,1 triliun. Selain itu, negara juga memperoleh penerimaan dari uang rampasan sebesar Rp211 miliar.
Perang terhadap rokok ilegal menjadi sorotan utama. Hingga akhir 2025, DJBC berhasil menyita 1,4 miliar batang rokok ilegal, melonjak 77,3 persen daripada tahun sebelumnya.
Upaya ini berjalan secara komprehensif, mulai dari Operasi Gurita, pembentukan Satgas Pemberantasan BKC Ilegal, hingga kolaborasi lintas instansi yang efektif sejak Juli 2025.
Bahkan, memasuki awal 2026, DJBC kembali mengungkap gudang rokok ilegal di Pekanbaru dengan temuan 160 juta batang senilai Rp300 miliar.
Narkotika Juga Jadi Fokus Serius
Tak hanya rokok ilegal, penindakan narkotika juga melonjak tajam. Sepanjang 2025, tercatat 1.806 kali penindakan dengan total barang bukti 18,4 ton atau naik 146,6 persen daripada tahun 2024.
Menurut Suahasil, pengawasan terhadap barang terlarang makin ketat “Ini akan menjadi konsentrasi kita ke depan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan