DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan (PPPK) memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah Jember Fashion Carnaval (JFC) yang konsisten mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Direktur Jenderal PPPK Ahmad Mahendra hadir langsung dalam penyelenggaraan JFC ke-23. Ia menilai JFC telah berevolusi dari ajang lokal menjadi fenomena budaya internasional yang memadukan tradisi dan inovasi.

“Ada banyak hal yang patut kita banggakan dari JFC. Dari acara lokal kini menjadi fenomena budaya internasional,” ujar Ahmad Mahendra di sela acara, Sabtu (9/8/2025).

Baca juga :  Pemkab Jember Genjot Percepatan Penanganan Stunting Lewat Bimtek Terpadu

Menurutnya, JFC adalah ruang pertemuan yang mempertemukan kekayaan budaya masa lalu dengan inovasi masa depan. Keberhasilan ini buah kerja keras inisiator, tim, dan dukungan pemerintah daerah.

“Kita patut memberi penghargaan setinggi-tingginya kepada almarhum Mas Dynand Fariz yang telah membangun pondasi kuat JFC,” tambah Ahmad Mahendra.

Tahun ini, JFC mengusung tema “Evoluxion”, gabungan dari kata Evolution, Luxury, dan Innovation, dengan tagline Dreamy, Evolve, Triumph. Tema ini menyoroti keberanian berinovasi, beradaptasi, dan peduli lingkungan.

Baca juga :  Pemkab Jember Segera Miliki Pos Pelayanan Pekerja Migran, Fawait Lobi Langsung ke Pusat

Sebagai suguhan utama, JFC 2025 menampilkan sepuluh parade (defile) memukau: Anatomi, Allograph, Nile Enigma, Great Wall of China, Botanica, Nias, Origami, Phinisi, Aerospace, dan Symphoni.

Masing-masing defile menghadirkan perpaduan konsep artistik, narasi budaya, dan kemegahan kostum yang dirancang dengan standar internasional. Ribuan penonton memadati pusat kota Jember untuk menyaksikan kemegahan ini.

Bagi Ditjen PPPK, JFC adalah contoh nyata keberhasilan kolaborasi antara masyarakat, pelaku seni, dan pemerintah daerah dalam menciptakan ruang kreatif yang inklusif.

Baca juga :  Pemkab Jember Terjunkan 1.000 Tenaga Medis Lewat Program Baru "Bucin Kesianak"

“Kami berharap kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan dan JFC terus terjalin,” kata Ahmad Mahendra. “Ke depan, JFC bisa menjadi panggung bagi talenta terbaik Indonesia lintas bidang.”

Ia menambahkan, JFC juga berpotensi menjadi pasar internasional yang mempertemukan karya anak bangsa dengan pembeli, produser, dan agensi mancanegara.

Dengan dukungan penuh semua pihak, JFC diharapkan terus menjadi ikon budaya Indonesia yang memukau secara visual sekaligus menginspirasi generasi muda menjaga kelestarian budaya.