DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, resmi membuka Lomba Layang-Layang Denpasar Kite Festival IX Tahun 2025 di Pantai Mertasari, Sanur, Minggu (31/8/2025). Kegiatan yang digelar Persatuan Pelayang Indonesia (Pelangi) Kota Denpasar ini ditandai dengan penarikan layangan maskot Pelangi.

Suasana festival tampak meriah sejak pagi. Para pelayang sibuk mempersiapkan layangan tradisionalnya untuk mengudara. Pembukaan lomba diawali dengan seri Layangan Tradisional Pecukan Plastik, disusul kategori Bebean Plastik dan Janggan Buntut Plastik. Meski angin belum berembus optimal, peserta tetap beradu strategi mempertahankan layangan mereka di udara.

Baca juga :  Sah ! Jaya-Wibawa Wali Kota Denpasar 2025-2030

Ketua Pelangi Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira, menjelaskan bahwa festival tahun ini mengusung tema “Ambeking Paramartha”, bermakna bahwa Tuhan sebagai angin memberi kekuatan.

“Tema ini dipilih untuk memaknai semangat menyama braya bagi para pelayang khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya,” ujarnya.

Lomba tahun ini menghadirkan kategori remaja dan dewasa dengan beragam jenis layangan, mulai dari Bebean, Bebean Big Size, Janggan, Janggan Buntut, Janggan Buntut Big Size, hingga Pecukan.

Baca juga :  Jaya Negara Serahkan Dana Hibah ke 39 Penerima

Khusus layangan tradisional, peserta diwajibkan menggunakan kain bercorak warna khas Bali: merah, kuning, hitam, dan putih. Selain itu, juga digelar Lomba Pindekan dan Lomba Kober.

“Peserta tahun ini berasal dari sekaa/klub dan perorangan dengan jumlah lebih dari 1.410 layangan, ditambah 43 pindekan dan 6 kober. Semoga kegiatan ini berjalan lancar, sekaligus melestarikan tradisi melayangan serta memberi ruang ekspresi bagi rare angon,” jelas Wandhira.

Wali Kota Jaya Negara mengapresiasi festival ini yang rutin digelar setiap tahun. Menurutnya, tradisi melayangan tidak hanya menjadi wahana kreativitas, tetapi juga hiburan sekaligus atraksi budaya yang mendukung pariwisata.

Baca juga :  Jaya Negara Serahkan 17 Rumah Layak Huni

“Tentu kami sangat mendukung kegiatan ini. Layang-layang tradisional memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri, mampu mendorong kreativitas, inovasi, sekaligus melestarikan budaya Bali. Denpasar Kite Festival menjadi ruang ekspresi budaya bagi rare angon, dan pada saat yang sama memperkuat pariwisata berbasis budaya,” ujar Jaya Negara.

Editor: Agus Pebriana