DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Rencana reaktivasi Bandara Notohadinegoro pada 17 Agustus 2025 mendapat dukungan penuh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember.

Ketua PHRI Jember, Ir. Tegoeh Soeprajitno, menyebut penerbangan langsung Jember–Jakarta menjadi angin segar sektor pariwisata dan perhotelan di wilayah tersebut.

“Kami setuju dengan adanya reaktivasi bandara dan mendukung perjalanan Jakarta–Jember maupun sebaliknya,” ujar Tegoeh, Kamis (14/8/2025).

Baca juga :  Fly Jaya Pastikan September Buka Penerbangan Rutin Jakarta–Jember

Menurutnya, keberhasilan penerbangan tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, tetapi juga partisipasi masyarakat dan pelaku usaha.

“Harus ada kepedulian, bukan hanya dari pemerintah kabupaten, tapi semua pihak untuk mendukung keberlangsungan maskapai ini,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan, PHRI Jember siap menawarkan promo khusus bagi wisatawan yang datang melalui Bandara Notohadinegoro.

Baca juga :  Bupati Fawait: Tak sah Khawatir Penerbangan Reguler Jember–Jakarta Siap Dimulai 18 September

“Kemungkinan kami akan memberikan diskon menarik, seperti bundling tiket pesawat dengan penginapan di hotel berbintang,” jelasnya.

Tegoeh menilai promosi pariwisata menjadi kunci keberhasilan agar penerbangan diminati oleh wisatawan luar daerah.

“Kalau pariwisata Jember sudah terbentuk dengan baik, wisatawan pasti melirik untuk berkunjung,” ucapnya.

Baca juga :  Rutin Dua Kali Seminggu, Jember Kini Punya Penerbangan Reguler ke Ibukota

Ia juga mendorong kolaborasi promosi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pihak terkait lainnya.

“Kalau sama-sama kita promo, bukan hanya pemerintahan saja, hotel juga punya media promosi yang bisa dimanfaatkan,” tuturnya.

PHRI optimistis penerbangan baru ini memberikan efek ganda bagi ekonomi daerah, termasuk peningkatan hunian hotel.