Bupati Fawait: Tak sah Khawatir Penerbangan Reguler Jember–Jakarta Siap Dimulai 18 September
DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Penerbangan reguler dari Bandara Notohadinegoro Jember menuju Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta resmi ditetapkan beroperasi mulai 18 September mendatang.
Sebelumnya, jadwal perdana sempat direncanakan pada 10 September. Namun, agenda tersebut harus bergeser karena kendala non-teknis yang tidak bisa dihindarkan.
Bupati Jember, Muhammad Fawait menegaskan penundaan itu tidak berarti pembatalan. Pemerintah daerah memastikan layanan penerbangan reguler tetap hadir bagi masyarakat Jember.
“Jadi jangan salah paham, bukan batal. Hanya bergeser seminggu. Pada 18 September nanti penerbangan reguler benar-benar dimulai,” tegas Fawait saat kegiatan Gus’e Peduli Kesehatan di RSD Balung.
Ia menyebutkan, frekuensi penerbangan akan berlangsung dua kali dalam sepekan. Penumpang dapat terbang dari Jember ke Jakarta setiap Selasa dan Kamis.
Fawait juga mengimbau masyarakat untuk mendukung keberlangsungan penerbangan ini. Menurutnya, hadirnya rute reguler tersebut menjadi momentum penting bagi Kabupaten Jember.
“Saya percaya masyarakat Jember akan merasa bangga. Ini upaya untuk menyambungkan Jember dengan pusat perekonomian nasional di Jakarta,” ujarnya.
Meski ada suara pesimis mengenai keberlanjutan penerbangan, Fawait justru menanggapinya positif. Ia menilai kritik merupakan bentuk perhatian masyarakat terhadap kepemimpinan daerah.
“Semua kritik itu sebenarnya cinta, hanya gaya penyampaiannya berbeda. Ada yang lembut, ada juga yang keras. Saya terima dengan baik,” tutur Bupati muda tersebut.
Ia kembali menegaskan komitmen pemerintah daerah. “Tidak usah ragu, tanggal 18 September penerbangan benar-benar dimulai. Kalau ada yang mau ikut, mari terbang bersama-sama,” ajaknya.
Dengan tersedianya konektivitas udara, diharapkan mobilitas warga Jember semakin mudah. Akses ke Jakarta pun menjadi lebih cepat dan efisien.
Pemerintah berharap, penerbangan reguler ini tidak hanya mempermudah perjalanan, tetapi juga mendongkrak pertumbuhan ekonomi, sekaligus membuka peluang baru bagi kesejahteraan masyarakat Jember.

Tinggalkan Balasan