DIKSIMERDEKA.COM, JEMBRANA, BALI – Tradisi petik laut kembali digelar masyarakat Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Minggu (13/6/2025). Ribuan warga memadati pesisir desa untuk mengikuti ritual tahunan ini sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki dari laut selama setahun terakhir.

Kepala Desa Pengambengan, Kamaruzzaman, mengatakan tradisi ini merupakan warisan budaya yang telah dijalankan turun-temurun, khususnya oleh masyarakat nelayan.

Baca juga :  Pengerjaan Fisik Proyek Revitalisasi Pasar Umum Negara Dimulai

“Tradisi ini sudah menjadi bagian dari kehidupan nelayan. Dalam prosesi hari ini, sedikitnya 22 perahu dari total seratus lebih yang berada di sini, 56 viber (perahu kecil), dan ribuan warga turut terlibat,” ujar Kamaruzzaman saat ditemui di lokasi acara.

Prosesi puncak diawali dengan pelarungan air suci yang telah didoakan, diikuti sesaji berupa bunga dan perlengkapan upacara lainnya ke tengah laut sebagai simbol penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Baca juga :  Putri Koster Apresiasi Dibukanya Sentra Tenun Jembrana

“Acara ini kami mulai sejak 12 Juli kemarin, dibuka dengan istigasah. Kemudian dilanjutkan hiburan di atas perahu, dan hari ini merupakan puncaknya, dengan pelarungan bersama warga,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan turut hadir didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, serta jajaran instansi terkait. Mereka ikut menaiki perahu dan mengikuti prosesi pelarungan sesaji bersama warga.

Baca juga :  Harga Gabah Anjlok Tapi Beras Tetap Tinggi, Bupati Tamba Katakan Ini

“Ini adalah wujud rasa syukur masyarakat nelayan atas anugerah dan rezeki dari Tuhan selama setahun terakhir,” ujar Kembang usai mengikuti prosesi.

Ia juga berharap agar nelayan Pengambengan terus diberkahi hasil laut yang melimpah.
“Semoga ke depan tetap berkelimpahan tangkapan, astungkara,” harapnya.