DIKSIMERDEKA.COM, JATINANGOR – Kepala daerah asal Bali berhasil menuntaskan pelaksanaan retret gelombang II yang digelar di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat selama lima hari dari tanggal 22-26 Juni 2025.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengungkapkan dirinya bersama kepala daerah lainya telah mengikuti seluruh rangkaian dengan sukses dan sempurna.

Menurutnya, ada banyak hal dapat dipelajari dari retret gelombang II, terutama soal membangun sinergitas dan optimalisasi pelayanan kepada masyarakat.

“Astungkara, saya dan Pak Wakil Walikota sudah melaksanakan dan menyelesaikan semua kegiatan dan tugas-tugas yang diberikan selama lima hari ini di Retreat Kepala Daerah Gelombang II dengan baik, kami siap melanjutkan sinergi dan kolaborasi antara pusat dan daerah menuju Denpasar Maju,” ungkapnya.

Baca juga :  Kepala Daerah di Bali Ikuti Retreat Kepala Daerah Gelombang II.

Adapun dalam upacara penutupan, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya menekankan bahwa retreat adalah upaya kolaborasi antara pemerintah, baik pusat dan daerah, maupun daerah dengan daerah lain.

“Indonesia hari ini ada dalam kesempatan terbaik dalam waktu 20 tahun lagi untuk menjadi satu dari lima negara paling maju di dunia. Menuju negara termaju tidak mungkin tanpa sinergi,” kata Bima.

Baca juga :  Koster Paling Menonjol dalam Kedisiplinan di Retret IPDN

Bima mengatakan, menuju negara yang besar dan segani tidak mungkin bisa diwujudkan dengan usaha pemerintah pusat sendiri.

Oleh sebab itu, retreat adalah ikhtiar dan perintah dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan bahwa pemerintah pusat dan seluruh jajaran pemerintah daerah bersama-sama dalam mempersiapkan masa jaya Indonesia.

“Retret adalah akselerasi, Retret adalah sinkronisasi, Retret adalah kolaborasi dan sinergi,” kata Bima. Pada akhir pidatonya, Bima Arya berpesan agar seluruh kepala daerah menyiapkan stamina untuk melayani masyarakat.

Baca juga :  Koster-Giri Tunjukkan Kepemimpinan Solid di Retret IPDN

Dia juga berharap agar para kepala daerah menjaga persaudaraan yang terjalin dalam acara retret tersebut.

“Jabatan ada batasnya, jadi wali kota ada ujungnya, jadi gubernur juga pasti ada pensiunnya, tapi persahabatan persaudaraan selama hayat dikandung badan. Insya Allah yang paling utama, yang paling indah dari daerah-daerah ini tentu adalah persahabatan,” kata Bima Arya.

Diketahui, 86 kepala daerah telah mengikuti retreat selama lima hari yang ditutup dengan apel khidmat senja di bawah kaki Gunung Manglayang.

Editor: Agus Pebriana