DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER, JATIM – Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, menjadi tuan rumah kegiatan Sekolah Maggot pada 24 Mei 2025.

Program ini digelar oleh Balai Penyuluhan Pertanian Wilayah Ajung bekerja sama dengan mahasiswa Universitas Jember.

Tujuannya ialah mengedukasi masyarakat, khususnya anak-anak, tentang pengelolaan sampah organik ramah lingkungan menggunakan maggot BSF.

Baca juga :  2025 Jadi Titik Balik Pertanian Jember, Pemkab Klaim Program Terbesar Sepanjang Sejarah

Kegiatan dilaksanakan di Rumah Produksi Maggot milik Poktan Tirto Bakti II di Dusun Langsatan.

Kelompok Wanita Tani (KWT) Tirto Wangi dilibatkan sebagai tenaga pendidik utama dalam Sekolah Maggot ini.

Sasarannya adalah anak-anak sekolah dasar, agar mereka memahami pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.

Baca juga :  Jember Borong Dua Penghargaan Bergengsi, Bukti Daerah Inovatif dan Sehat

Penyuluh Pertanian Desa Sukamakmur, Fajriyah Ulfah, menyebut pelibatan KWT penting untuk keberlanjutan program.

“Peran ibu-ibu sebagai pendidik memperkuat transfer ilmu dan memberdayakan mereka secara sosial dan ekonomi,” jelas Fajriyah.

Ia menambahkan, keterlibatan kelompok tani juga memperluas dampak edukatif program ini di berbagai lapisan masyarakat.

Baca juga :  Pemkab Jember Pastikan Penyaluran Insentif 594 Guru Ngaji di Ledokombo Berjalan Transparan

“Harapannya, Sekolah Maggot dapat menjangkau semua kelompok usia dalam masyarakat,” tambahnya.

Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan warga terbukti menciptakan solusi lingkungan yang aplikatif dan berkelanjutan.

Desa Sukamakmur kini menjadi contoh edukasi lingkungan berbasis komunitas yang inspiratif di Kabupaten Jember.

Reporter: Syakur