DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Jember didorong berperan aktif dalam menjaga validitas data kependudukan demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Ajakan ini disampaikan dalam webinar “Ayo Ngopi” (Ngembangno Kompetensi) yang diadakan Disdukcapil Jember bekerja sama dengan BKPSDM, Kamis (4/9/2025), dengan tema peran ASN Jember dalam validitas data kependudukan.

Kegiatan daring tersebut diikuti ASN dari berbagai instansi dan perangkat daerah se-Kabupaten Jember, sebagai bentuk upaya memperkuat pemahaman bersama tentang arti penting data kependudukan yang akurat.

Baca juga :  Rutin Dua Kali Seminggu, Jember Kini Punya Penerbangan Reguler ke Ibukota

Webinar ini bertujuan memberikan wawasan mendalam mengenai bagaimana data kependudukan berpengaruh langsung terhadap efektivitas kebijakan publik maupun pelayanan masyarakat.

Kepala Disdukcapil Jember, Bambang Saputro, menyampaikan bahwa ASN memegang posisi penting dalam memastikan data kependudukan yang tercatat selalu benar dan mutakhir.

“Melalui forum ini saya berharap ASN Jember semakin sadar akan pentingnya validitas data. Jangan hanya sebatas paham, tetapi jadikan gerakan sadar adminduk di lingkungan kerja,” ungkap Bambang.

Baca juga :  Pemkab Jember Siapkan Barista Unggulan, Dukung Pusat Ekonomi Baru di JSG

Ia juga menekankan, keakuratan data kependudukan bukan sekadar kebutuhan administrasi, melainkan fondasi dalam perencanaan pembangunan dan evaluasi kebijakan pemerintah daerah.

Selain Bambang, hadir pula Kabid PIAK Disdukcapil Jember, Yhoni Restian, dan akademisi Universitas Muhammadiyah Jember, Iffan Gallant El Muhammady, sebagai narasumber pendukung.

Keduanya menegaskan pentingnya kolaborasi ASN dengan Disdukcapil dalam pemanfaatan data, baik untuk kepentingan internal, perencanaan daerah, hingga pelayanan publik yang tepat sasaran.

Para narasumber sepakat, pemahaman ASN tentang data kependudukan bukan lagi pengetahuan tambahan, melainkan syarat mutlak dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang baik.

Baca juga :  Pemkab Jember Terjunkan 1.000 Tenaga Medis Lewat Program Baru "Bucin Kesianak"

“Data valid adalah kunci dasar. Dari situ lahir kebijakan pembangunan yang adil, pelayanan publik yang berkualitas, hingga keputusan strategis yang berdampak langsung pada warga,” jelas Yhoni Restian.

Melalui webinar ini, ASN di Jember diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang konsisten mengawal keakuratan data kependudukan, sehingga pemerintahan berjalan lebih efektif, efisien, dan berpihak kepada masyarakat.