DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Perseden Denpasar diharapkan bermain tanpa beban di Laga 16 besar putaran nasional liga 4 tahun 2024-2025. Perseden Denpasar masuk grup D bersama dua klub asal Jawa Timur yakni Persema dan Persikoba, serta satu lawan yang tidak asing lagi yakni Pekanbaru FC Riau.

Manager Tim Perseden, Made Diatmika mengatakan pihaknya memasang target muluk dengan melaju ke putaran selanjutnya. Ia berharap tim dapat bekerja keras.

“Melihat penampilan yang telah ditampilkan oleh para pemain di babak 32 besar lalu, inilah merupakan skuad terbaik dari Perseden dan kami harapkan semua pemain, pelatih serta official bisa memberikan yang terbaik untuk Tim Perseden ini“, ujarnya

Baca juga :  Perseden Denpasar Bidik Satu Tiket Promosi ke Liga 3 Indonesia

Salah seorang pemain Perseden, Rexy berposisi fulllback kiri menyatakan kesiapan nya untuk tampil dan berjuang di 16 besar Liga 4. “Tentu selain latihan secara tim saya juga menambah porsi latihan individu. Nanti sesampainya di Jogja juga kami akan melakukan recovery lagi, “ungkapnya.

Baca juga :  Perseden Denpasar Taklukan Persikabo 1-0

Sementara itu, Wakil Walikota Denpasar , I Kadek Agus Arya Wibawa meminta agar para pemain Perseden tetap mencurahkan kemampuan terbaik seperti di babak 32 besar yang lalu.

“Tetap jaga kolektivitas yang telah terbangun, dibarengi dengan determinasi tinggi namun harus tetap ingat menjaga sportivitas dalam bertanding” harap Arya Wibawa.

Selain itu Arya Wibawa juga mengharapkan nanti di 16 besar para pemain Perseden Denpasar dapat bermain lepas dan tanpa beban untuk menghindari terjadinya error akibat gugup.

Baca juga :  Perseden Denpasar Lolos Babak 32 Besar Liga 4 Nasional

Ia berharap di babak 16 besar nanti Perseden Denpasar mampu memberikan hasil yang terbaik karena secara tidak langsung membawa nama baik Denpasar khususnya dan pada umumnya sepakbola Bali di tingkat Nasional.

“Selamat berjuang untuk tim Perseden dan semoga menjadi yang terbaik dalam Babak 16 Besar Putaran Nasional – Liga 4 2024/2025 di Yogyakarta nanti,” ujar Arya Wibawa.

Editor: Agus Pebriana