DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA – Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) mendukung langkah Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid melakukan bersih-bersih pegawai yang terlibat jaringan judi online (judol).

Menurut KMHDI, langkah tersebut sangat progresif guna menjaga integritas Kementrian Komdigi serta segara menghindari dampak buruk keberadaan Judol di masyarakat.

Ketua PP KMHDI Wayan Darmawan mengatakan langkah bersih-bersih pegawai ini menunjukan komitmen Menteri Meutya untuk menjaga integritas dan kepercayaan Kementrian Komidigi di tengah masyarakat.

Baca juga :  KMHDI Nilai Letjen Nyoman Cantiasa Sosok Tepat Pimpin TNI AD

Terlebih, beberapa waktu lalu, sejumlah pegawai Kementrian tertangkap lantaran menjadi operator Judol.

“Kami sangat mendukung penuh langkah cepat Bu Menteri Meuty. Kami menilai ini waktunya bersih-bersih di kementrian Komdigi. Jangan sampai ada stigma masyarakat yang mengatakan bahwa Kementrian Komdigi jadi backing Judol di Indonesia,” terangnya.

Baca juga :  KMHDI Minta KPU Tindaklanjuti Putusan MA Revisi PKPU 10

Darmawan mengungkapkan keberadaan Judol telah memberikan dampak buruk bagi masyarakat. Judol menciptakan kecanduan tidak hanya dari kalangan tua namun juga anak muda dan remaja.

Perkembangan teknologi kata Darmawan telah membuat Judol lebih mudah diakses, termasuk oleh anak muda dan remaja sebagai pengguna teknologi terbesar di Indonesia.

Oleh karena itu, kata Darmawan Judol tidak bisa dibiarkan agar generasi muda Indonesia tetap berkualitas dan cita-cita Indonesia emas dapat dicapai.

Baca juga :  KMHDI Nilai Hakim MK Tidak Akan Diskualifikasi Pasangan Prabowo-Gibran

Lebih lanjut, Darmawan mengatakan dampak lain dari Judol adalah tingginya angka kriminalitas. Menurut Darmawan banyak kriminalitas dipicu akibat kecanduan Judol.

“Misalnya pencurian, penipuan mereka lakukan untuk memenuhi hasrat bermain Judol. Jika ini dibiarkan maka akan merugikan bangsa dan negara. Ketahanan bangsa kita bisa terancam lantaran ada Judol,” terangnya.