DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA – Bio Farma meraih penghargaan “Industry Marketing Champion 2024” pada Sektor Farmasi dalam acara Indonesia Marketing Festival 2024 yang diselenggarakan oleh Mcorp dan Markplus Institute, Selasa (20/08/2024).

Pengharagaan tersebut diberikan secara langsung oleh Hermawan Kartajaya sebagai Founder & Chairman MCorp dan diterima oleh Direktur Pemasaran Bio Farma Group, Kamelia Faisal.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Pemasaran Bio Farma Group, Kamelia Faisal menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang berkontribusi atas penghargaan yang diterima dalam kategori “Industry Marketing Champion 2024”.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara acara juga kepada pihak-pihak terlibat atas dianugerahkannya penghargaan ini, utamanya di lingkup Bio Farma Group,” terangnya.

Ia mengatakan berkat kinerja yang baik serta proses adaptasi yang luar biasa ditengah-tengah banyaknya turbulensi di dunia usaha, kinerja Bio Farma Group tetap diakui oleh publik eksternal.

Kamelia mengatakan awarding ini menjadi pemicu semangat untuk seluruh insan Bio Farma Group agar terus memacu diri untuk menjadi lebih baik kedepannya. Ia mengatakan bahwa banyak tantangan yang harus dilalui agar tetap bertahan di lingkungan bisnis yang penuh ketidakpastian.

Sebagai perusahaan yang telah berdiri selama 134 tahun, Bio Farma tentunya memiliki banyak pengalaman di bidangnya. Namun itu saja tidak cukup untuk dapat bertahan di iklim usaha saat ini. Seluruh insan Bio Farma Group harus dapat berinovasi dan beradaptasi dalam menghadapi tantangan yang ada.

Aspek itulah yang menjadi uniqueness Bio Farma Group sehingga kita dapat memberi value lebih kepada masyarakat. Pengembangan portofolio produk baru seperti insulin, cyclotron, radioisotop produk untuk diagnostik cancer yang sedang dibangun di Cikarang dan siap diproduksi pada bulan September , serta keaktifan perusahaan di aspek TJSL menjadikan Bio Farma Group dapat resiliens di berbagai situasi.

Baca juga :  Pakar Satwa UGM: Indonesia Masih Bergantung pada Antibisa Ular Impor

“Pengembangan portopolio produk baru seperti produk radiofarmaka untuk membantu memudahkan akses deteksi penyakit kanker melalui jaminan produk berkualitas dan terjangkau. Selain itu bio farma juga tetap fokus pada pengembangan vaksin-vaksin seperti vaksin typhoid, dan Rotavirus yang merupakan core business sebagai produsen vaksin berkualitas dan berstandar internasional.” Pungkas Kamelia

Founder & Chair MCorp, Hermawan Kartajaya menyampaikan dalam sambutannya bahwa tantangan dalam usaha dapat diibaratkan bagai seorang pilot yang tengah menavigasi pesawat di tengah turbulensi.

Turbulensi di dunia penerbangan ini merupakan perumpaan yang dapat diterapkan juga di dunia usaha. Di Indonesia, turbulensi di dunia usaha contohnya adalah Pemilihan Presiden 2024. Setelahnya, masih juga turbulensi dengan adanya Pemilihan Kepala Daerah.

Situasi inilah yang menjadi turbulensi bagi pemegang kepentingan di dunia usaha untuk menunjukan kinerja terbaiknya dengan mengambil alih, bukan lepas tangan atau autopilot.

Ini juga menjadi momen dimana teknologi tidak selalu menjadi aspek penting dalam mengarungi dinamisnya usaha, tetapi aspek human juga penting. Terima kasih atas kehadiran bapak-ibu sekalian, serta semoga penghargaan ini menjadi pemicu semangat untuk terus meningkatkan kinerja.

Bio Farma Raih Award ‘Industry Marketing Champion 2024’ Bidang Farmasi

Baca juga :  Pakar Satwa UGM: Indonesia Masih Bergantung pada Antibisa Ular Impor

Bio Farma meraih penghargaan “Industry Marketing Champion 2024” pada Sektor Farmasi dalam acara Indonesia Marketing Festival 2024 yang diselenggarakan oleh Mcorp dan Markplus Institute, Selasa (20/08/2024).

Pengharagaan tersebut diberikan secara langsung oleh Hermawan Kartajaya sebagai Founder & Chairman MCorp dan diterima oleh Direktur Pemasaran Bio Farma Group, Kamelia Faisal.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Pemasaran Bio Farma Group, Kamelia Faisal menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang berkontribusi atas penghargaan yang diterima dalam kategori “Industry Marketing Champion 2024”.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara acara juga kepada pihak-pihak terlibat atas dianugerahkannya penghargaan ini, utamanya di lingkup Bio Farma Group,” terangnya.

Ia mengatakan berkat kinerja yang baik serta proses adaptasi yang luar biasa ditengah-tengah banyaknya turbulensi di dunia usaha, kinerja Bio Farma Group tetap diakui oleh publik eksternal.

Kamelia mengatakan awarding ini menjadi pemicu semangat untuk seluruh insan Bio Farma Group agar terus memacu diri untuk menjadi lebih baik kedepannya. Ia mengatakan bahwa banyak tantangan yang harus dilalui agar tetap bertahan di lingkungan bisnis yang penuh ketidakpastian.

Sebagai perusahaan yang telah berdiri selama 134 tahun, Bio Farma tentunya memiliki banyak pengalaman di bidangnya. Namun itu saja tidak cukup untuk dapat bertahan di iklim usaha saat ini. Seluruh insan Bio Farma Group harus dapat berinovasi dan beradaptasi dalam menghadapi tantangan yang ada.

Baca juga :  Pakar Satwa UGM: Indonesia Masih Bergantung pada Antibisa Ular Impor

Aspek itulah yang menjadi uniqueness Bio Farma Group sehingga kita dapat memberi value lebih kepada masyarakat. Pengembangan portofolio produk baru seperti insulin, cyclotron, radioisotop produk untuk diagnostik cancer yang sedang dibangun di Cikarang dan siap diproduksi pada bulan September , serta keaktifan perusahaan di aspek TJSL menjadikan Bio Farma Group dapat resiliens di berbagai situasi.

“Pengembangan portopolio produk baru seperti produk radiofarmaka untuk membantu memudahkan akses deteksi penyakit kanker melalui jaminan produk berkualitas dan terjangkau. Selain itu bio farma juga tetap fokus pada pengembangan vaksin-vaksin seperti vaksin typhoid, dan Rotavirus yang merupakan core business sebagai produsen vaksin berkualitas dan berstandar internasional.” Pungkas Kamelia

Founder & Chair MCorp, Hermawan Kartajaya menyampaikan dalam sambutannya bahwa tantangan dalam usaha dapat diibaratkan bagai seorang pilot yang tengah menavigasi pesawat di tengah turbulensi.

Turbulensi di dunia penerbangan ini merupakan perumpaan yang dapat diterapkan juga di dunia usaha. Di Indonesia, turbulensi di dunia usaha contohnya adalah Pemilihan Presiden 2024. Setelahnya, masih juga turbulensi dengan adanya Pemilihan Kepala Daerah.

Situasi inilah yang menjadi turbulensi bagi pemegang kepentingan di dunia usaha untuk menunjukan kinerja terbaiknya dengan mengambil alih, bukan lepas tangan atau autopilot.

Ini juga menjadi momen dimana teknologi tidak selalu menjadi aspek penting dalam mengarungi dinamisnya usaha, tetapi aspek human juga penting. Terima kasih atas kehadiran bapak-ibu sekalian, serta semoga penghargaan ini menjadi pemicu semangat untuk terus meningkatkan kinerja.