Gelar Webinar di Badung, Kemkominfo Siap Tularkan ”Jurus” Kreatif di Dunia Digital Sejak Dini
DIKSIMERDEKA.COM, BADUNG, BALI – Permainan digital yang berkembang saat ini bisa menjadi pintu perkenalan pertama anak-anak ke dunia digital. Permainan berupa hiburan itu juga mampu merangsang kreativitas anak-anak. Seiring perkembangan usia, anak-anak mulai menjajaki dunia digital lain yang bisa membantu mereka dalam pelajaran sekolah, mengasah minat dan bakat, serta membuka wawasan yang lebih luas.
Untuk mengajarkan kepada anak-anak cara berkreasi di dunia digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bali, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Senin (10/6) pagi, pukul 09.00 WITA.
Mengusung tema ”Kreatif di Dunia Digital Sejak Dini”, diskusi online yang akan diikuti siswa dan guru di sejumlah sekolah lewat kegiatan nonton bareng (nobar) itu, rencananya akan menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah Pengawas Sekolah Ahli Madya – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Badung I Gede Joniarta, musisi sekaligus penyiar radio Danin Sibilo, entrepreneur Anissa Andarini, serta Fifien Erviantiselaku moderator.
”Diskusi virtual akan dibuka dengan keynote speech Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi. Diskusiini juga bisa diikuti gratis dengan cara mengisi linkregistrasi peserta di https://s.id/PendaftaranBalinustra100624. Peserta akan mendapatkan e-sertifikat resmi dari Kemkominfo dan tersedia voucher e-wallet senilai Rp 1.000.000 untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama webinar,” tulis Kemkominfo dalam rilis kepada awak media, Minggu (9/6).
Terkait tema webinar, Kemkominfo menjelaskan, kreativitas dalam memanfaatkan fasilitas digital ini harus diajarkan dan diasah sejak dini agar generasi muda tidak salah dalam memanfaatkan fasilitas digital atau jadi korban kejahatan digital. ”Di masa yang akan datang, industri digital akan membutuhkan insan-insan cerdas dan kreatif untuk dapat berkembang dan menjawab kebutuhan penggunanya,” imbuh Kemkominfo.
Kegiatan yang menyasar siswa/siswi SMP di Kabupaten Badung, Provinsi Bali, itu dimaksudkan agar siswa memiliki pemahaman terkait literasi digital. Selain itu, tujuan dari kegiatan ini juga untuk memperkenalkan dan mengajarkan cara kreatif dalam memanfaatkan teknologi digital.
Sejumlah sekolah yang rencananya mengikuti kegiatan nobar ini, di antaranya SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4, dan SMPN 5 Kuta Selatan, SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4 Kuta Utara, serta SMPN 1, SMPN 2, SMPN 4, dan SMPN 7 Mengwi.
Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Badung ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemkominfo. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.
Sampai dengan akhir 2023, program #literasidigitalkominfo yang dimulai sejak 2017 ini tercatat telah diikuti sebanyak 24,6 juta orang. ”Hingga akhir 2024, program peningkatan literasi digital ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia,” tambah Kemkominfo.
Kecakapan digital menjadi penting, karena – menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) – pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.
Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemkominfo.
Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. (*)

Tinggalkan Balasan