DIKSIMERDEKA.COM, TABANAN, BALI – Banyak kejadian kejahatan digital bermula dari ketidakpahaman pengguna dalam mengamankan akun media sosial. Mereka abai terhadap pentingnya mengubah komposisi kata sandi yang unik, pengaturan privasi media sosial, atau sembarangan memakai jaringan Wi-Fi publik. Akibatnya, akun media sosial mudah ditembus penjahat dunia maya. 

Untuk memberikan pemahaman pentingnya keamanan akun media sosial, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bali kembali menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Tabanan, Senin (26/8) pagi, pukul 09.00 WITA.

Mengangkat tema ”Digital Safety 101: Dasar Keamanan Akun Media Sosial”, diskusi online yang akan diikuti oleh siswa, guru dan tenaga kependidikan sejumlah sekolah di wilayah Tabanan, Bali, dengan menggelar nonton bareng (nobar) itu rencananya akan menghadirkan tiga narasumber. 

Mereka adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan I Gusti Putu Ngurah Darma Utama, MCProfessional Tissa Carolina, Influencer Tya Yustia, dan Joan Permana selaku moderator.

”Webinar ini juga dapat diikuti secara gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/pendaftaranbalinustra260824. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan voucher e-wallet senilai Rp 1.000.000.- untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama diskusi,” tulis Kemkominfo dalam rilis kepada awak media, Minggu (25/8).

Baca juga :  Gandeng Pemprov NTB, Kemenkominfo Gelar Webinar Bahas Literasi Dakwah di Dunia Digital

Terkait tema diskusi, Kemkominfo menegaskan, hampir semua pengguna internet kini juga memiliki akun media sosial. Bisa dimaklumi, selain telah menjadi sebuah gaya hidup, media sosial juga dapat menjadi sarana efektif berkomunikasi dan interaksi antar-teman, saudara maupun keluarga tanpa dibatasi oleh tempat dan waktu.

”Tapi di balik kemudahannya, tersembunyi ancaman yang besar. Akun media sosial dapat diretas oleh penipu atau penjahat yang ingin menguasai akun untuk berbuat kejahatan dan mendapatkan keuntungan,” jelas Kemkominfo dalam rilis.

Lemahnya pengamanan akun media sosial, lanjut Kemkominfo, juga bisa membuat akun media sosial dibobol pencuri. Untuk menghindari berbagai potensi buruk itu, kita harus mengetahui dasar pengamanan akun digital dan media sosial. 

”Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk melindungi diri dari potensi risiko tersebut, di antaranya: hindari penggunaan aplikasi pihak ketiga, hati-hati mengungkapkan informasi pribadi di media sosial, waspada serangan phising, dan aktifkan pengaturan privasi,” rinci Kemkominfo dalam rilis.

Baca juga :  Gandeng Disdik NTB, Kemenkominfo Gelar Webinar Bahas Jurus Positif, Kreatif, dan Aman di Internet

Selain itu, lanjut Kemkominfo, pastikan perangkat lunak yang dipakai selalu diperbarui, jangan mem-posting kartu identitas dan sejenisnya. ”Hapus pertemanan dengan orang yang tidak dikenal, dan jangan posting yang berkaitan dengan anak kecil di media sosial,” tegasnya.

Kegiatan yang menyasar kalangan pendidikan diKabupaten Tabanan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kewaspadaan para siswa dari berbagai risiko buruk yang berpotensi menimpa kala aktif di dunia digital. Tujuannya, memperkenalkan dan mengajarkan dasar-dasar cara mengamankan akun digital dan media sosial. 

Sekolah menengah yang terdaftar hendak melakukan nobar diskusi literasi digital dari sekolah masing-masing itu, di antaranya SMPN 2, SMPN 3, dan SMPN 4 Pupuan, SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4 Baturiti, dan SMPN 5 Baturiti, SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, dan SMPN 4 Marga, SMPN 1, dan SMPN 2 Karambitan, serta SMPN 1 Selemadeg Timur.

Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Kabupaten Tabanan, Bali, ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD). GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital. 

Baca juga :  Webinar Kominfo di Karangasem, Bahas Kebebasan Berekspresi di Media Sosial

Sejak dimulai pada 2017, sampai dengan akhir 2023 program ini tercatat telah diikuti 24,6 juta orang. Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024.

Kecakapan digital menjadi penting, karena – menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) – pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.

Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Pada 2018, penetrasi internet Indonesia tercatat berada di angka 64,8 persen. Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023.

Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id. (*)