DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Tokoh masyarakat sekaligus Ketua Yayasan Kesatria Keris Bali Ketut Ismaya Jaya masih belum menentukan dukungan pada Pemilihan Gubernur Bali 2024.

Ia pun mengaku masih menunggu dan melihat-lihat siapa figur yang akan muncul sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali.

“Sejauh ini belum menentukan dukungan. Masih lihat-lihat siapa yang akan maju. Jadi masih tunggu dulu lah,” terang Ismaya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (13/04/2024).

Baca juga :  Agar Tak Terzalimi, Ismaya Jaya Datang ke KPU Bawa Pejati

Ismaya menegaskan cagub dan cawagub yang ia dukung harus bisa mengayomi dan menyatukan semua kelompok dalam masyarakat Bali.

“Kreterianya yaitu bisa mengayomi seluruh masyarakat Bali, seluruh kelompok guna memajukan kesejahteraan masyarakat Bali,” terangnya.

Menurutnya Pilgub Bali 2024, akan dihiasi 3 pasangan calon terdiri dari 2 calon diusung oleh parpol dan gabungan parpol. Sementara 1 calon berasal dari kalangan independen.

“Saya rasa ada 3 calon, dan 1 calon dari independen. Karena dibeberapa daerah saya dengan ada independen yang maju Bupati misal di Buleleng dan Karangasem. Tidak menutup kemungkinan di Pilgub nanti ada calon independen,” terangnya.

Baca juga :  KPU Putuskan Ismaya Jaya Tak Lolos Caleg DPD RI

Disinggung apakah berniat maju menjadi calon independen, Ismaya Jaya mengatakan dirinya masih fokus berjuang dan ngayah (mengabdi) untuk Bali.

“Tidak tau alam membawa kemana. Yang jelas (untuk maju Independen Pilgub Bali) saya tidak punya apa-apa. Modal saya hanya berbuat karma untuk tanah Bali,” terangnya.

Baca juga :  Dukungan Ismaya Keris Bali untuk DPD RI Mengerucut ke Dua Calon

Seperti diketahui Ismaya Jaya merupakan ketua umum Yayasan Kesatria Keris Bali yang memiliki jumlah pengikut cukup besar di Bali.

Sejauh ini struktur organisasinya sudah berdiri pada seluruh kabupaten/kota, kemudian di tingkat kecamatan dan di sejumlah desa di Bali.

Pada Pilpres 2024 kemarin, Ismaya Jaya tercatat sebagai Tim Pemenangan Pasangan Prabowo-Gibran di Bali.

Reporter: Agus Pebriana