DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI -Sekretaris Daerah (Sekda) Bali Dewa Made Indra mengatakan Bali mempunyai potensi laut yang besar sehingga dapat mendongkrak perekonomian daerah Bali. Hanya saja menurutnya selama puluhan tahun pengelolaanya masih fokus pada perspektif pariwista.

Hal ini disampaikan Made Indra dalam acara seminar nasional Kebertahanan Bali Segara (KBS) dengan tema “Trisakti Bung Karno untuk Kebertahanan Pengider Bali”, bertempat Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Selasa (06/06/2023).

Dalam kesempatan tersebut Made Indra mengatakan Bali menyimpan potensi kelautan yang sangat besar dan belum digali dan dikelola untuk mendongkrak perekonomian daerah Bali. Untuk itulah Gubernur Bali I Wayan Koster telah menggagas sebuah tranformasi yang disebut Ekonomi Kerthi Bali.

Baca juga :  Jumlah Kasus Covid-19 Masih Bertambah, Gubernur Bali Perpanjangan Status Tanggap Darurat

Melalui Ekonomi Kerthi Bali tambahnya, kegiatan ekonomi diharapkan bisa bertranformasi dan tidak berputar-putar hanya pada potensi pariwisata sehingga potensi seperti pada sektor maritim dapat digali dan dikelola dengan baik.

“Saya berharap seminar ini mampu menambahkan wawasan dan perspektif para peserta sehingga kedepanya dapat memberi perhatian yang lebih serius terhadap potensi maritim,” terangnya.

Baca juga :  Update Kasus Covid-19 Bali, Dewa Indra: Tak Ada Penambahan Pasien Positif

Lebih lanjut Dewa Indra menyampaikan dalam perspektif masyarakat Bali, laut memiliki makna sekala dan niskala. Secara sekala, laut merupakan penghubung Bali dengan pulau lainnya di Indonesia. Selain sebagai penghubung antar pulau, secara sekala laut juga menyimpan potensi melimpah yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Sementara itu secara niskala laut disebut sebagai pangider yang memiliki fungsi sebagai penjaga Bali, mencegah masuknya dampak pengaruh buruk,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BPSPL Denpasar Permana Yudiarso mengatakan Bali memiliki potensi maritim yang sangat besar. Hal ini karena dari luas laut yang dimiliki Indonesia, 9.336 km persegi berada di wilayah perairan Pulau Bali.

Baca juga :  Bali Resmi Lepas Kontingen Kemah Pramuka Berkebutuhan Khusus ke Cibubur

“Sedangkan luas daratan Pulau Bali yaitu 5.590 meter persegi. Jadi kalau dibandingkan memang jauh lebih luas wilayah lautnya,” paparnya.

Oleh sebab itu, laut menyimpan potensi yang sangat besar yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terakhir, Ia juga mengajak seluruh komponen melakukan aksi nyata untuk mewujudkan komitmen pemerintah menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.