DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Kapolres Badung, AKBP Leo Dedy Defretes mengatakan akan diterapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik kawasan wisata pada saat perayaan malam tahun baru untuk mencegah terjadinya kemacetan. 

“Akan ada pengalihan lalu lintas khususnya di daerah Shortcut Canggu dan satu lagi Shortcut di Berawa dimana akan kita jadikan one way (satu arah) yang sebelumnya two way (dua arah),” terangnya saat ditemui Usai acara Konferensi Pers Akhir Tahun Polda Bali, Kamis (29/12/2022).

Baca juga :  Lapas Kerobokan dan Polres Badung Sinergi Perkuat Keamanan dengan Sistem Barcode

Leo Dedy menjelaskan bahwa pemberlakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem one way di Shortcut Canggu dan Shortcut Berawa dilakukan secara situasional, tergantung pada kondisi kepadatan kendaraan di wilayah tersebut. 

One way ini tidak terkait waktu. Misalkan sore sampai malam. Jadi Kita situasional karena arus kendaraan ini Kita akan pantau terus setiap saat. Apabila dia terjadi kepadatan dan akan  menyebabkan kemacetan. Sebelum itu terjadi kita antisipasi dengan jalur shortcut kita akan one way kan,” terangnya.

Baca juga :  JPU Kejari Badung Terima Pelimpahan Perkara Pembunuhan di Sempidi

Lebih lanjut Leo Deddy mengatakan bahwa potensi kepadatan dipastikan akan terjadi lantaran akan ada 10 titik perayaan malam tahun baru di kawasan tersebut, termasuk perayaan yang terbesar yang ada di Atlas Beach Club dan Finns Beach Club.

“Pengamanan akan dilakukan kurang lebih 10 titik yang melaksanakan kegiatan pergantian tahun yang terbesar itu di Atlas dan Finns Beach. Diperkirakan akan ada puluhan ribu pengunjung” ujarnya.

Baca juga :  Waspada Covid-19, Polres Badung: Pelibatan Massa Pengabenan Jero Jempiring Dibatasi

Untuk itu, pihaknya pun sudah menyiapkan sejumlah titik kantong parkir di wilayah Canggu-Tibubeneng yaitu lapangan Tibubeneng, dua kantong parkir di Atlas Beach Club. 

Lebih jauh ia menambahkan saat ini kepadatan lalu lintas sudah terjadi di kawasan Canggu-Tibubeneng pada waktu-waktu tertentu. 

“Kalau sekarang kami lihat memang sudah terjadi kepadatan dan perlambatan di jam-jam tertentu. Seperti pagi hari dan sore menjelang makan itu orang cari makan malam ya,” tandasnya.