DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALIPresidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JADI) Provinsi Bali, I Ketut Udi Prayudi mengatakan persaingan Partai Politik pada  Pemilu 2024 akan semakin ketat. Hal ini seiring dengan ditetapkanya 17 Partai Partai Politik Nasional dan 6 Partai lokal Aceh oleh KPU sebagai peserta Pemilu 2024, Rabu (14/12).

Adapun Partai Politik Nasional yang ditetapkan oleh KPU diantara lain : PKB, Gerindra, PDI-P, Golkar, Nasdem, Partai Buruh, Gelora, PKS, PKN, Hanura, Garuda, PAN, PBB, Demokrat, PSI, Perindo, dan PPP. Sementara Partai lokal Aceh yaitu Partai Nanggroe Aceh, Partai Gabihat, Partai Darul Aceh, Partai Aceh, Partai Adil Sejahtera, Partai Solidaritas Independen Rakyat Aceh.

Menurut Udi Prayudi, ketatnya persaingan Parpol ditandai dengan bertambahnya jumlah Parpol yang ikut sebagai peserta pemilu sehingga akan terjadi persaingan ketat dalam merebut suara pemilih. Terlebih menurutnya, setiap Parpol cenderung memiliki platform atau Ideologi hampir sama

Baca juga :  Resmi Dilantik, 12.809 Pengawas TPS Siap Awasi Pemilu di Bali

“Sehingga dari itu mereka tentu akan saling berebut suara. Partai yang nasionalis akan sama-sama bersaing merebut ceruk nasionalis, kemudian Partai Agama sama-sama akan merebut ceruk pemilih yang Agama. Jadi akan semakin ketat,” ungkapnya saat ditemui di Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan, Kamis (16/12/2022).

Lebih lanjut, Udi Prayudi mengatakan bahwa dalam kondisi persaingan yang semakin ketat inilah Parpol dituntut untuk bisa menyusun program  serta strategi yang kreatif dan tepat sasaran agar dapat meyakinkan para pemilih, terutama pemilih muda yang pada Pemilu 2024 nanti menjadi pemilih terbesar.

Baca juga :  Partai Baru Harus Sasar Kelompok Muda dan Pemilih Pemula

“Karena utamanya pemilih muda, maka gaya kampanye harus kreatif dan masuk ke hal yang bersifat disukai kalangan mereka, seperti penggunaan media sosial contohnya, karena disanalah ceruk besar untuk meningkatkan elektabilitas dan keterpopuleran suatu tokoh ataupun Parpol,” ujarnya.

Kreatifitas Parpol tambah Udi Prayudi, semakin dituntut lantaran durasi waktu kampanye pada Pemilu 2024 tergolong singkat yaitu sekitar 75 hari. Oleh karena itu menurutnya, Parpol harus betul-betul memanfaatkan waktu kampanye dengan maksimal, terutama  bagi Parpol Baru ini merupakan tantangan cukup berat.

“Bagi Parpol baru ini adalah tantangan cukup berat. Bagaimanapun mereka harus lebih bekerja untuk mensosialisasikan dirinya kepada masyarakat sehingga nanti pada Pemilu 2024 bisa dipilih. Maka disinilah dibutuhkan program dan strategi yang bagus dari Parpol,” terangnya.

Baca juga :  Parpol Telat Daftar, Ketua KPU Bali: Tak Ada Ampun

Lebih jauh ia juga melihat bahwa menembus ambang batas parlemen sebesar 4 persen juga akan menjadi tantangan berat. Berkaca dari Pemilu 2019 kemarin dari total 16 Partai Politik Peserta Pemilu, hanya 9 Parpol yang berhasil lolos. Sementara 7 Partai sisa tidak lolos.

“Kita lihat Pemilu kemarin ada Partai dengan SDM bagus, punya financial bagus, namun tidak bisa masuk parlemen. Jadi angka 4 persen itu susah dan akan jadi tantangan Parpol nantinya,” ungkapnya.