Partai Baru Harus Sasar Kelompok Muda dan Pemilih Pemula
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Pengamat Politik sekaligus Akademisi Universitas Warmadewa, I Nyoman Wiratmaja menilai partai politik (Parpol) pendatang baru harus menyasar kelompok muda dan pemilih pemula sebagai ceruk suara pada Pemilu 2024 mendatang.
Disamping sebagai kelompok pemilih terbesar yang mencapai 60 persen atau sekitar 190 juta pemilih pada Pemilu 2024, kelompok muda dan pemilih pemula cenderung masih belum menentukan pilihan politik tertentu sehingga bisa didekati.
Menurut Nyoman Wiratmaja kelompok muda dan pemilih pemula memiliki pengetahuan politik yang memadai dan rasional dalam menentukan pilihan politik. Hal ini sedikit agak berbeda dengan kelompok tua yang cenderung sudah mempunyai pilihan politik tertentu.
Oleh karena itu Parpol baru yang ingin mendekati kelompok muda harus melakukan pendekatan serta menawarkan program-program politik konkrit dan langsung menyentuh persoalan kelompok muda.
“Misalnya bagaimana partai politik baru ini menawarkan tentang persoalan lapangan kerja. Bagaimana cara mengatasi lapangan kerja, bagaimana cara membuka lapangan kerja agar generasi muda ini dapat langsung bekerja setelah mereka selesai menerima pendidik,” terang Wiratmaja saat ditemui di Kantor Fisip Warmadewa, Selasa (15/11/2022).
Lebih lanjut, Wiratmaja mengatakan melalui pendekatan tersebut partai politik baru akan bisa diterima oleh kelompok muda yang tergolong cerdas secara politik dan rasional dalam menentukan pilihan.
“Ya tentu dengan pendekatan-pendekatan gagasan-gagasan yang ditawarkan oleh partai baru ini akan menjadi pilihan baru bagi generasi muda milenial ini untuk menentukan pilihan nantinya di Pemilu,” kata Wiratmaja.
Disamping itu Wiratmaja juga melihat kelompok muda dan pemilih pemula ini mempunyai daya pengaruh signifikan kepada kelompok tua. Oleh karena itu menurutnya keberhasilan mendekati kelompok muda akan juga berefek pada kelompok tua.
“Kalau kelompok muda milenial ini kan mempunyai daya pengaruh. Misalnya bisa saja dia (kelompok muda) mempengaruhi para orang tuanya untuk memilih Parpol yang dipilih oleh si anak atau si cucu. Nah itu bisa saja terjadi ,” terangnya.
Pada kesempatan berbeda pengamat Politik, I Nyoman Subanda menjelaskan, kelompok muda merupakan kelompok sosial yang sering dilupakan oleh Parpol. Padahal menurutnya, generasi muda ini rata-rata tidak berpartai sehingga untuk menentukan pilihan politik masih belum jelas atau hanya tentatif dan situasional.
Oleh sebab itulah, menurutnya usaha-usaha untuk mencuri hati generasi muda harus dilakukan oleh setiap Parpol. Salah satunya adalah melakukan pendekatan melalui media sosial
“80% informasi kaum milenial didapat dari media sosial. Berarti model komunikasi yang harus dilakukan partai untuk menjangkau kaum milenial adalah melalui media sosial,” terangnya saat diskusi bertajuk “Mengapa Rakyat Biasa Harus Membangun Alat Politiknya Sendiri ?” yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Prima Bali, bertempat di Kubu Kopi, Denpasar, Sabtu (16/07/2022).

Tinggalkan Balasan