Suryani Institute Luncurkan Buku Kisah ODGJ yang Terpasung
Lebih lanjut, nyatanya, orang-orang dengan gangguan jiwa tersebar di mana-mana. Mereka tidak diperlakukan layaknya manusia.
Bertahun-tahun mereka dipasung dan dikurung pada teras rumah, di gubuk bambu, di bilik sempit, di atas dipan reyot, dengan rantai besi, kawat dan tali rapia. Tanpa ada pengobatan, makanan dan minuman layak, dan penghidupan yang layakk.
Untuk itu, menurutnya, buku ini tidak dimaksudkan indah. Disamping itu buku ini juga tidak dimaksudkan untuk mencela. Melainkan buku ini hanya untuk membuka mata, mengabarkan kembali bahwa pemasungan orang dengan gangguan jiwa masih ada dimana-mana.,
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Suryani Institute for Mental Health (SIMH), memperkirakan sebanyak 9000 orang di Bali mengalami gangguan jiwa berat atau gangguan skizofrenia. Sementara ada 350 orang dengan gangguan jiwa harus terpasung.
Pada kesempatan yang sama psikiater, Cokorda Bagus Jaya Lesmana, mengatakan bahwa anggaran untuk kesehatan jiwa masih sangat kecil. Dari total anggaran kesehatan sebesar 3,4 persen, dari total anggaran tersebut hanya 0,01 persen untuk anggaran kesehatan jiwa.
“Jadi bisa dibayangkan untuk menyiapkan obat-obatan, sarana dan prasarana tentu tidak bisa banyak dilakukan. Misalnya menambah layanan, menambah jumlah dokter, menambah psikiater tentu ini tidak mudah,” terang Cokorda Bagus Jaya Lesmana. (gus)

Tinggalkan Balasan