Suryani Institute Luncurkan Buku Kisah ODGJ yang Terpasung
Melalui buku ini diharapkan memberikan sedikit pemahaman kepada masyarakat luas bahwa Gangguan Jiwa bisa disembuhkan dengan metode yang tepat dan dilakukan oleh ahlinya.
“Kami menyadari segala upaya seperti pameran foto, seminar, penerbitan buku, tidak serta merta bisa menyembuhkan ODGJ dari penderitaannya, tetapi minimal sebagai penulis atau fotografer, kami sudah berupaya mengambil bagian dengan sungguh-sungguh untuk menggugah perhatian masyarakat luas untuk lebih memberikan perhatian masalah gangguan jiwa, khususnya di Pulau Bali,” terang Rudi Waisnawa.
Sementara itu Nicky Hogan, dalam pengantar buku Hope and Freedom, menjelaskan, keterbukaan dan laju cepat modernisasi di Bali ibarat pedang bermata dua.
Kemakmuran dan kemewahan di satu sisi, sementara ada ketidaksiapan sebagian kalangan masyarakat untuk mengimbanginya, membawa dampak buruk.
“Kontras. Layaknya kawasan hotel-hotel wisata berdiri megah dengan segala kegemerlapannya, sedangkan di sudut lainnya tertinggal gubuk rapuh di pemukiman miskin keluarga ODGJ. Bali seolah lebih Menarik untuk terus dipercantik etalasenya sambil menghitung devisa masuk, sementara ODGJ dianggap tidak pernah ada,” tulisnya.

Tinggalkan Balasan