Pasca-BLT BBM, Pemerintah Harus Siapkan Program Jangka Panjang
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Pengamat ekonomi Bali, Prof R. IB Raka Suardana menilai pemberian bantuan langsung tunai bahan bakar minyak (BLT BBM) sebagai bantalan ekonomi untuk menjaga daya beli masyarakat dampak kenaikan harga BBM dinilai efektif.
“Melihat dari pengalaman kita selama ini di masa lalu, pemberian BLT cukup efektif untuk menjaga denyut ekonomi masyarakat akibat kenaikan harga barang,” ujar IB Raka Suardana, di Denpasar, Rabu (14/09/2022).
Kendati demikian menurutnya, pemerintah harus menyiapkan program jangka panjang merespon kenaikan BBM yang mengakibatkan kenaikan harga. Hal ini lantaran BLT hanya diberikan sampai akhir tahun.
“Perlu dipikirkan langkah lebih jauh untuk tetap menjaga daya beli masyarakat tetap kuat. Khususnya di Bali menjaga geliat pariwisata agar tetap hidup adalah salah satu caranya,” ujarnya.
IB Raka Suardana mengatakan, kebijakan-kebijakan yang mendukung pemulihan dengan cepat sektor pariwisata harus segera dilakukan karena karena pariwisata memberikan multiplier effect ke sektor lainya seperti pertanian, UMKM.
“Artinya banyak pihak yang kecipratan jika pariwisata bangkit lagi sehingga daya beli masyarakat dapat terus terjaga,” katanya.
Penyaluran BLT BBM di Bali sendiri saat ini, seminggu berlangsung, sudah mencapai 112.683 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Provinsi Bali, atau 68.3 persen dari total 167.341 yang terdaftar.
Penyaluran dilakukan oleh Dinas Sosial Provinsi Bali bersama dengan PT Pos Indonesia. Target tanggal 17 September 2022, BLT diseluruh wilayah Bali dapat tercairkan.
BLT BBM dibayarkan dalam dua tahap yakni September 2022 dan Desember 2022. Adapun BLT yang diterima yaitu senilai Rp 150.000 per bulan dari mulai bulan September sampai Desember 2022. (gus/dhy)

Tinggalkan Balasan