DIKSIMERDEKA.COM – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) menggelontorkan Rp 5.94 triliun untuk program prioritas bidang perumahan di tahun 2023. 

Anggaran tersebut di antaranya akan digunakan untuk membangun rumah susun (Rusun) sebanyak 3.244 unit dengan anggaran Rp 1,90 triliun yang diperuntukan bagi ASN TNI/Polri, masyarakat berpenghasilan rendah, pekerja, mahasiswa perguruan tinggi dan lembaga pendidikan keagamaan berasrama.

Baca juga :  Anggaran Kementrian PUPR Tahun 2025 Ditambah Jadi Rp 166,23 Triliun

“Termasuk kegiatan MYC 2022-2023, dan program OPOR sebanyak 83 tower,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam rapat kerja (Raker) dengan Komisi V DPR RI, di Jakarta, Rabu (8/6/2021).

Selanjutnya, pembangunan 2.484 rumah khusus (Rusus) dengan anggaran sebesar Rp 400 miliar, untuk masyarakat terdampak bencana alam dan konflik sosial, program pemerintah, masyarakat dan petugas di daerah 3T dan kawasan perbatasan, termasuk pelaksanaan kegiatan OPOR 382 unit.

Baca juga :  Kementerian PUPR Hibahkan Aset Rusun dan Rusus Senilai Rp 65,83 Miliar Kepada Kemenkumham

Kemudian pembangunan 27.825 unit prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang tersebar di 34 provinsi, dan 5 PSU jalan akses perumahan dengan anggaran Rp 400 miliar.

Bantuan rumah swadaya sebanyak 103.000 unit dengan anggaran Rp 2,72 triliun dan untuk dukungan manajemen berupa gaji dan tunjangan, layanan perkantoran, layanan umum, layanan internal dan turbinwas untuk Dirjen Bina Konstruksi, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur, PU dan lainnya. 

Baca juga :  Progres Bendungan Bagong Trenggalek Capai 22,59 Persen

“Untuk dukungan manajemen dimaksud anggarannya sebesar Rp 0,52 triliun,” jelas Menteri Basuki. (mcw/dm)