Progres Bendungan Bagong Trenggalek Capai 22,59 Persen
DIKSIMERDEKA.COM, JATIM – Progres pembangunan Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur (Jatim) saat ini sudah mencapai 22,59 Persen. Bendungan yang direncanakan berkapasitas tampung 17,40 juta m3 ini diharapkan dapat mengembangkan dan meningkatkan Daerah Irigasi (DI) di Trenggalek seluas 857 hektare (ha).
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan dari 8 bendungan di Provinsi Jatim yang diprogramkan pembangunannya sejak 2015 hingga 2024, satu yang masih dalam proses konstruksi adalah Bendungan Bagong Kabupaten Trenggalek.
“Pembangunan Bendungan Bagong sesuai kontrak telah dimulai sejak 27 Desember 2018 melalui 2 paket pekerjaan dengan nilai sekitar Rp1,6 triliun dengan progres konstruksi saat ini sebesar 22,59%,” terangnya.
Lebih lanjut, Basuki menjelaskan Bendungan Bagong dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian PUPR dengan tujuan utama untuk pengairan irigasi di Kabupaten Trenggalek di mana komoditas unggulannya seperti padi dan palawija yang membutuhkan sumber air irigasi.
“Bendungan Bagong yang terletak di Desa Sumurup dan Sengon yang berjarak sekitar 10 km dari pusat kota Kabupaten Trenggalek dimana sumber air bendungan berasal dari Sungai Bagong dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 39,95 km2,” terangnya.
Menurut Basuki Bendungan Bagong diproyeksi dapat mendukung kebutuhan air baku di Kecamatan Pogalan, Trenggalek dan Bendungan sebesar 153 liter/detik. Dengan luas genangan 73,45 hektar, Bendungan Bagong juga berfungsi untuk mengurangi debit banjir Sungai Bagong sebesar 78,44% sekaligus konservasi DAS Bagong serta potensi pariwisata.
Diketahui pembangunan Bendungan Bagong Paket I dikerjakan oleh kontraktor PT. Abipraya-PT SACNA (KSO) meliputi persiapan, pembangunan akses menuju bendungan dan bendungan utama.
Selanjutnya Paket II dilaksanakan kontraktor PT PP – PT Jatiwangi (KSO) meliputi persiapan, akses jalan OP, bangunan pengelak, bangunan pelimpah, bangunan pengambil, hidromekanikal, dan bangunan fasilitas. Bendungan Bagong didesain dengan tipe Urugan zonal dengan Inti Tegak dengan tinggi puncak 82 meter dan panjang 620 meter.
Basuki juga menambahkan dengan selesainya Bendungan Bagong nantinya akan menambah daftar jumlah tampungan air di Jawa Timur. Di mana sebelumnya telah diselesaikan Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan, Bendungan Tugu di Kabupaten Trenggalek, Bendungan Bendo di Ponorogo, Bendungan Gongseng di Bojonegoro, Bendungan Nipah di Kabupaten Sampang, Bendungan Bajulmati di Kabupaten Banyuwangi, dan Bendungan Semantok di Kabupaten Nganjuk.
Pembangunan bendungan tersebut bertujuan untuk memenuhi misi ketahanan pangan dan ketahanan air dalam Program Strategis Nasional Pemerintah yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR. Delapan bendungan di Jawa Timur ini merupakan bendungan multiguna yang berfungsi sebagai pengendali banjir, sumber air baku, sumber air daerah irigasi, sumber pembangkit listrik, dan juga pariwisata.

Tinggalkan Balasan