DIKSIMERDEKA.COM, TABANAN- Dewan Pimpinan Provinsi Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (DPP Peradah Indonesia) Bali periode 2021-2024 secara resmi dilantik, Rabu (29/12/2021). Pelantikan yang mengusung tema “Tanem Tuwuh” dilakukan di Pura Luhur Batukau, Tabanan, Bali.

Ketua DPP Peradah Indonesia Bali 2021-2024, I Putu Eka Mahardhika, S.IP., M.AP., menjelaskan narasi “Tanem Tuwuh” yang diusung dalam pelantikan kepengurusan anyar tersebut bukan sekadar narasi. Wacana “Tanem Tuwuh” yang diambil sebagai spirit awal pergerakan mereka merupakan wujud komitmen Peradah Bali untuk bisa hadir bagi masyarakat dan bumi Bali.

Pihaknya memahami wacana “Tanem Tuwuh” sebagai spirit untuk menanam benih-benih peradaban. “Kami menjadikan pelantikan DPP Peradah Bali 2021-2024 sebagai momentum kebangkitan Pemuda Hindu Bali. Konsep Tanem Tuwuh dihadirkan dengan harapan akan tumbuh kesadaran kolektif tentang pentingnya investasi bagi para penerus peradaban Bali ke depan,” kata tokoh muda Hindu asal Desa Mas yang sempat menjabat sebagai Ketua DPK Peradah Indonesia Gianyar dan Sekretaris DPP Peradah Bali ini.

Baca juga :  Peradah Bali Soroti Polemik Waktu Nyepi, Dorong Kajian Teologis Mendalam

Pihaknya melanjutkan, membangun dan merawat Bali ke depan hendaknya melingkupi gumi dan krama Bali. Menjaga gumi Bali salah satunya dapat dilakukan dengan menanam pohon, sementara untuk menjaga krama Bali, diperlukan upaya menanam gagasan.

“Selain menanam untuk alam fisik, kita juga wajib menanam kembali ide dan gagasan untuk menumbuhkan benih-benih peradaban Bali yang adaftif terhadap perkembangan zaman tanpa pernah kehilangan akar jati dirinya, yang terikat dalam konsep “saling isi saling gisi” sebagai bentuk penguatan sumber daya manusia Bali,” kata akademisi Universitas Warmadewa ini.

Sekretaris Peradah Indonesia Bali 2021-2024, IK Eriadi Ariana (Jero Penyarikan Duuran Batur) menambahkan, pihaknya juga sengaja memilih Pura Luhur Batukau sebagai tempat pelantikan. Situs suci yang diduga telah dibangun sejak abad ke-11 dalam kosmologi Bali dipandang sebagai pusat Wana Kretinya Bali.

Baca juga :  Peradah Bali Soroti Polemik Waktu Nyepi, Dorong Kajian Teologis Mendalam

“Kearifan Gunung Batukaru yang tenang, namun menyusui berhektar-hektar sawah, menghidupi beribu-ribu jiwa kami tarik sebagai pijakan awal ngayah pada Bali. Cita-cita kami hadir membumi di tengah masyarakat, membangun kesadaran kolektif yang berpijak pada kearifan leluhur Bali. Harapannya, akan tumbuh pemuda Hindu yang literat terhadap nilai-nilai leluhur, moderat, peka terhadap kepentingan Bali, progresif, serta mampu menghidupi diri sendiri,” jelas mantan Ketua DPK Peradah Indonesia Bangli ini.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali, TJokorda Gede Raka Sukawati (Cok Ace) dalam sambutanya berpesan agar anak-anak muda Bali memingkul tanggung jawab dipundaknya terkait bagaiamana Bali kedepan. Bali adalah tanah yang dicintai dan disayangi oleh para dewata. Oleh karena itu sebagai penduduk Bali kita mempunyai tanggung jawab yang besar untuk menjaga Bali.

Baca juga :  Peradah Bali Soroti Polemik Waktu Nyepi, Dorong Kajian Teologis Mendalam

“Ingatkan pemerintah, ingatkan kita semua bahwa Bali tengah tenged, jangan sekedar memilih proyek yang justru melemahkan taksu Bali. Ingat itu semua, perlu kita pegang sekala niskala karena konsep pembangunan Bali tidak bisa terlepas dari dua hal itu,” ungkap Cok Ace

Terakhir, Cok Ace, berharap bahwa Peradah Bali mampu memegang tanggung jawab dipundaknya sebagai generasi penerus Bali . “Sehingga nanti ketika kami (generasi tua) meninggalkan Bali, buatlah kami meninggalkan Bali dengan tenang,” tutup Cok Ace. (Gus)