DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Kejadian pembunuhan di simpang Jalan Subur menuju Jalan Kalimutu dan Tegal Harum, Monang Maning Denpasar, Rabu (23/07) sore, terungkap dipicu oleh permasalahan pribadi, dan tidak ada hubungan dengan ormas. Hal ini disampaikan oleh Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat. 

“Ini adalah masalah antara pribadi masing-masing, tidak ada hubungan dengan ormas, gak ada, ini antara debitur dan kreditur terkait masalah finance,” tegasnya, Sabtu (24/7).

Mikael Hutabarat juga menjelaskan bahwa berita-berita yang beredar di media dengan bahasa bentrok antar ormas keliru. “Akibat berita itu kita semua harus siaga,” ujarnya.

Baca juga :  Mengenai Kasus Pembunuhan Teller Bank, Ny. Cok Ace Ajak Semua Berpikir Lebih Bijak

Iapun menambahkan sampai sejauh ini satu orang berinisial Wayan S, yang diduga kuat sebagai pelaku penebasan sudah diamankan. Selain itu, pihak Polresta juga masih dalam pemeriksaan saksi. 

Namun belum jelas berapa jumlah saksi yang diperiksa. Mikael Hutabarat hanya menuturkan bahwa sudah banyak saksi yang dipanggil.

Seperti diketahui sebelumnya diberitakan bahwa pada Rabu (23/07) telah terjadi pembunuhan di simpang Jalan Subur menuju Kalimutu dan Tegal Harum Denpasar. Korban diketahui atas nama I Gede Budiarsa (32) asal Kubutambahan Buleleng diserang secara brutal dengan senjata tajam. 

Baca juga :  Penemuan Mayat di Jalan Dewi Madri Denpasar, Ini Pelakunya

Dikatakan kejadian berawal saat korban dan sang kakak DH pergi ke markas Mata Elang, lalu menanyakan terkait motor yang disita. Cekcok pun tidak bisa dihindarkan yang berlanjut pada pemukulan dan pengrusakan markas Mata Elang. 

Oleh karena merasa tidak terima, kelompok Mata Elang melakukan perlawanan balik yang berujung pada pengejaran. Anggota Mata Elang yang sebelumnya berdiam di warung pun ikut mengejar.

Baca juga :  Polisi Rekonstruksi Peristiwa Pembunuhan Cewek ‘BO’ di Batanghari Denpasar

Tiba di simpang Jalan Subur sang kakak DH berhasil melarikan diri dengan menumpangi ojek online. Namun nasib naas menimpa Gede Budiarsana, Ia ditebas saat hendak menyelamatkan diri dengan menaiki mobil pick up

Terdapat luka tebasan pada bagian leher dan tubuh yang membuat nyawa korban tidak bisa tertolong. Warga sekitar yang sempat menyaksikan peristiwa itu tidak bisa berbuat banyak dikarenakan takut terlibat masalah. (Gus/Sin)