DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar terus berupaya melakukan kerjasama pemngembangan industri kreatif. Kali kali ini, kerjasama dijalin dengan Institut Desain dan Bisnis Bali. Ini merupakan salah satu upaya percepatan peningkatan kualitas SDM serta penguatan dan pengembangan kewirausahaan dan industri kreatif di Kota Denpasar.

Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU) oleh Kadis Perdagangan dan Perindustrian Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari dengan Wakil Rektor II Institut Desain dan Bisnis Bali, Made Vairagya Yogantari, di Graha Sewaka Dharma Lumintang, Kamis  (3/6).

Wakil Rektor II Institut Desain dan Bisnis Bali, Made Vairagya Yogantar mengatakan dalam menghadapi era revolusi industry 4.0 berdampak kepada perubahan yang sangat cepat dan masif serta dapat menyebabkan terjadinya transformasi pada berbagai aspek kehidupan.

Baca juga :  Pemkot Denpasar Gelar D’Tik Festival 2026, Jadi Wadah Inovasi dan Kolaborasi Teknologi

“Maka dari itu perlu kolaborasi serta kerjasama guna menciptakan generasi muda yang handal dan cakap untuk menghadapi perubahan ini,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam kolaborasi kerjasama ini pihaknya mengikutsertakan mahasiswa untuk magang pengembangan industri kreatif di bidang-bisnis digital, desain komunikasi visual, desain interior dan desain mode yang dilaksanakan di Pemkot Denpasar. 

Dengan adanya perjanjian ini, baginya, Institut Desain dan Bisnis Bali dapat lebih berkontribusi bagi masyarakat luas dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga :  Renungan AIDS, Pemkot Denpasar: Tingkatkan Kesadaran Risiko dan Stop Stigmatisasi

Penandatanganan MoU ini disaksikan langsung Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, Kabag Kerjasama Setda Kota Denpasar, IGA Laxmy Saraswati  beserta undangan lainnya.

Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara pada kesempatan itu menegaskan pemerintah Kota Denpasar berkomitmen memfasilitasi infrastruktur dan regulasi guna terciptanya ekosistem bisnis yang berkelanjutan dimana memberikan kesempatan dan peluang untuk industri kreatif  dapat berinteraksi dan berkolaborasi.

Berbagai inovasi dan kreativitas para pelaku memerlukan wadah untuk saling bertukar ide dan berbagi pengalaman. Oleh karena itu Gedung Dharma Negara Alaya dihadirkan sebagai inkubator bisnis dan ruang konservasi yang representatif guna mendorong tumbuhnya pelaku ekonomi kreatif.  

Baca juga :  Pemkot Denpasar Terima LHP Kinerja Pengembangan Kawasan Perkotaan 2023 dari BPK

“Pembangunan Gedung Dharma Negara Alaya Art and Creative Hub ini adalah untuk menjawab kebutuhan akan tempat yang representatif bagi lahirnya entrepreneur yang bertalenta yang nantinya mampu mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat,” kata Ny. Antari.

Dengan terjalinnya kerjasama Pemkot Denpasar dan Institut Desain dan bisnis Bali ini diharapkan menjadi suatu dorongan bagi mahasiswa di dunia industri kreatif. “Kami berharap dengan kerjasama ini dapat melahirkan wirausaha muda industri kreatif yang dapat go international,” pungkas Ny. Antari Jaya Negara. (*)