Program AMERTA Disebut Tak Realistis, AA Susruta: Hanya Masalah Teknis!
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Kubu pasangan calon (Paslon) pemilihan Walikota (Pilwalkot) Kota Denpasar nomor urut 2, Gede Ngurah Ambara Putra-Made Bagus Kertha Negara (AMERTA) yang diusung koalisi Partai Golkar, Demokrat dan Nasdem menampik anggapan program kerjanya disebut tidak realistis.
Tim pemenangan Paslon AMERTA, AA Susruta Ngurah Putra mengatakan bahwa program untuk memberikan bantuan ke Prajuru Banjar tiap tahunnya sebesar Rp 30 juta, Seka Teruna-Teruni (STT) Rp 25 juta, dan Kelompok Dadia Rp 5 juta sangat mungkin direalisasikan.
Kuncinya, anggota DPRD Kota Denpasar dari Partai Demokrat ini menegaskan, ada pada komitmen dari pemimpinnya, dalam hal ini Walikota dan Wakil Walikota Denpasar. Soal nanti bentuknya program ekonomi kreatif atau seperti apa, menurutnya itu hanyalah masalah teknis saja.

“Kalau mengacu pada Permendagri (No 32/2011 tentang Pemberian Dana Hibah) memang tidak boleh memberikan hibah terus menerus setiap tahun. Kalau tahun ini dapat tahun depan tidak. Tapi bisa kita berikan misalnya dalam bentuk program ekonomi kreatif, hanya masalah teknis saja itu,” katanya.
Sumbernya, terangnya lebih lanjut, salah satunya dapat diambil dari dana Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Denpasar yang setiap tahunnya ada lebih dari Rp 200 miliar.
“Salah satunya bisa dari SILPA. tiap tahun Kota Denpasar menyisakan SILPA diatas Rp 200 miliar pada kondisi normal. Sedangkan untuk program kita ini saya hitung hanya membutuhkan Rp 26 miliar. Tentu ini jumlah yang kecil,” ujar dewan yang telah 10 tahun di bagian anggaran DPRD Kota Denpasar ini.
Selain itu, menurutnya masih ada sumber-sumber lain yang dapat dimaksimalkan. Termasuk mensubtitusi (mengganti) pengeluaran yang selama ini dibiayai APBD dengan menjalin kerjasama pihak masyarakat atau swasta.
“Contoh pertamanan. Di bidang pertamanan untuk perawatan taman misalnya bisa dikerjasamakan, kita minta keterlibatan swasta, dibagi per blok-blok, bisa. Jadi kita bisa hemat dana APBD dan dimaksimalkan untuk program-program kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar,” sebutnya.
“Ingat kita tidak bisa membangun Kota Denpasar sendiri, kita harus libatkan swasta dan masyarakat,” imbuhnya.
Ngurah Ambara Putra yang juga hadir pada kesempatan itu, didampingi calon wakilnya, Made Bagus Kertha Negara, menegaskan dapat merealisasikan program-programnya jika terpilih nanti. Ia mengaku optimis dan program-program Paslon AMERTA menurutnya semua realistis.
Program bantuan bagi prajuru banjar, STT dan kelompok dadia itu menurut Ngurah Ambara sebagai sentuhan perhatiannya untuk meringankan beban masyarakat dan mendukung pelestarian adat dan budaya di Kota Denpasar.
“Kami ingin meringankan beban masyarakat Kota Denpasar. Mungkin ini kurang besar, tapi minimal menjadi sentuhan kami untuk adat dan budaya. Jadi semua program ini realistis, karena sebenarnya ini sudah dijalankan kami hanya meningkatkan,” ujarnya. (dk)

Tinggalkan Balasan