DIKSIMERDEKA.COM – Ketegangan perdagangan yang terjadi antara Australia dengan China telah berkobar sejak beberapa bulan terakhir. Ketegangan ini sendiri muncul setelah China meluncurkan penyelidikan atas impor anggur Australia. Hal ini menyebabkan penurunan perdagangan China dan Australia.

Terkait kondisi ini, dilansir news.com.au, media China (Global Times) mengatakan bahwa penurunan perdagangan China dengan Australia ini menjadi masalah mendesak yang harus dikhawatirkan oleh Perdana Menteri Australia Scott Morrison.

Peringatan itu dikatakan, menyusul laporan otoritas bea cukai China yang telah meminta perusahaan China agar berhenti mengimpor batu bara Australia karena ketegangan perdagangan terus berlanjut antar negara.

Baca juga :  Ledakan Maut Guncang Myanmar! 46 Orang Tewas

“Penurunan keseluruhan perdagangan Australia dengan China dan implikasinya terhadap ekonomi Australia mungkin merupakan masalah paling mendesak yang harus membuat pemerintah Morrison khawatir.”

“Karena Canberra mengadopsi pendekatan yang semakin bermusuhan terhadap China, hubungan bilateral telah memburuk dengan cepat, dan bisnis sekarang lebih memilih untuk mengambil sikap hati-hati terhadap investasi dan perdagangan antara kedua belah pihak.”

“Daripada menuduh China melakukan paksaan ekonomi, politisi dan ekonom Australia perlu menyadari bahwa penyebab sebenarnya dari kemerosotan perdagangan adalah hilangnya kepercayaan pasar,” tulis Global Times dikutip dari news.com.au.

Terkait kondisi ini, Menteri Perdagangan Simon Birmingham mengatakan pemerintah telah menghubungi China melalui jalur diplomatik.

Baca juga :  Xi Jinping Hukum Mati Dua Mantan Menteri Pertahanan China karena Korupsi

Tetapi media milik negara China mengatakan bahwa Australia telah “berulang kali” terlibat dalam manuver politik dan ekonomi yang tampaknya tidak bersahabat dengan bisnis China atau China.

“Pemerintah Australia perlu bertanggung jawab atas hubungan yang memburuk dan kerugian eksportir Australia. Hanya ketika hubungan China-Australia keluar dari kelesuan, pasar dapat memulihkan kepercayaan dalam perdagangan bilateral,” tulis Global Times.

Dalam laporan tersebut, Juru bicara kementerian luar negeri China Zhao Lijian mengatakan telah konsisten dan jelas tentang hubungan dengan Australia.

Baca juga :  Topan Noul Mengamuk! 715 Ribu Warga Dievakuasi, China dan Hong Kong Lumpuh

“Kami berharap Australia dapat bekerja sama dengan China untuk tujuan yang sama, menjunjung tinggi rasa saling menghormati dan kesetaraan, dan melakukan lebih banyak hal yang kondusif untuk memajukan kerja sama bilateral dan rasa saling percaya dan dalam menjaga kemitraan strategis komprehensif kedua belah pihak.” (dk)