DIKSIMERDEKA.COM, KLUNGKUNG, BALI – Pulau Nusa Penida terkenal akan suasana spiritualnya dengan keberadaan Pura Dalem Ped, dan memiliki pesona alam yang menjadi daya tarik wisata, namun pulau yang tercatat sebagai pulau yang berada di tenggara Pulau Bali itu, selama ini selalu dihadapi oleh kondisi pelabuhan yang bukan hanya tidak nyaman, tapi juga tidak aman, baik bagi masyarakat maupun wisatawan.

Terinspirasi dari keadaan itu, Gubernur Koster akhirnya berhasil mewujudkan mimpinya, Pelabuhan Nusa Ceningan di Bias Munjul akhirnya dibangun. Pelabuhan Sanur di Matahari Terbit atau dikenal dengan sebutan Pelabuhan Segitiga Emas di Bali.

Baca juga :  Hungaria Tawarkan 100 Beasiswa Tiap Tahun Bagi Anak Muda Bali

Bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Gubernur Koster melakukan Groundbreaking Pelabuhan Nusa Penida di Sampalan tepat pada, Hari Purnama, Senin, Soma, Umanis, Tulu (3/8), sejarah pembangunan tercipta di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Selain itu, pembangunan ini juga dimanfaatkan untuk membangkitkan kembali seni arsitektur khas Nusa Penida, yang selama ini tenggelam dan tidak diketahui keberadaannya. Desain interior kedua pelabuhan ini akan mengambil tema Alam Semesta Segara – Wukir, Tradisi Pulau Guru – Nusa Tiga itu akan memenuhi interior ruangan di kedua pelabuhan tersebut. 

Baca juga :  Bali Menuju Emisi Nol Bersih 2045

“Arsitektur bangunannya, ruang dalamnya (interior), arsitektur ruang luarnya akan didesain dengan muatan kearifan lokal Nusa Penida. Kemudian ukiran kuno Nusa Penida yang terdapat di Pura Batu Medawu, Pura Puncak Mundi, Pura Sahab, Pura Prajapati Sampalan, Pura Puseh Lembongan juga akan ditampilkan di bangunan pelabuhan tersebut,” ujar Gubernur. 

“Karena Nusa Penida memiliki Kain Cepuk dan Kain Rangrang, maka desain pelabuhan di Sampalan dan Bias Munjul itu juga akan memiliki motif kain Cepuk dan kain Rangrang yang dikombinasikan dengan ukiran kuno tersebut,” ujar mantan Anggota DPR-RI 3 Periode ini seraya berharap ukiran ini dilestarikan keberadaannya.

Baca juga :  Menjaga Alam, Menata Pariwisata: Gubernur Koster Apresiasi Komitmen Cleo Hentikan AMDK di Bawah 1 Liter

Alasan Gubernur Koster yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini memasukan konten kearifan lokal pada gaya bangunan di kedua pelabuhan tersebut, karena Wayan Koster konsisten berpegang teguh pada Perda No. 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali yang resmi diberlakukan pada, Kamis (16/7) lalu. (*/dhi/sin)