DIKSIMERSEKA.COM, BALI, DENPASAR – Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menerapkan digitalisasi sistem pendidikan di sekolah termasuk di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) harus didukung dengan Sumber Daya Manusia yang (SDM) yang berkualitas di bidang Teknologi (IT).

“Sepatutnya kita dukung, sebab melalui digitalisasi sekolah akan mampu memberikan sebuah terobosan baru dalam dunia pendidikan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dalam berbagai aspek pengajaran,” demikian disampaikan oleh anggota komisi II DPRD Kota Denpasar, I Nyoman Gede Sumara Putra, ST, Selasa (5/11).

Ia mengatakan, melalui pendidikan digitalisasi yang akan diterapkan sekolah-sekolah tentu akan dirasakan kelebihanya yakni akan bisa mempermudah proses belajar mengajar, sebab para siswa akan langsung dapat mengakses semua bahan ajar ataupun bahan ujian dalam satu jaringan.

Baca juga :  Wali Kota Denpasar Usulkan Dua Ranperda ke DPRD

“Sebelum program ini bisa diterapkan penuh nantinya, pihaknya berharap kepada Kemendikbud agar terlebih dahulu menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul yang mampu menguasai Ilmu Teknologi (IT),” terangnya.

Lebih jauhnya, untuk penerapan pendidikan digital secara menyeluruh tentu akan dirasakan membutuhkan waktu, kalau di Kota-kota besar mulai diterapkan. Pastinya tidak jadi masalah, ketika pendidikan itu sudah dirasakan merata.

Baca juga :  Seluruh Fraksi Dewan Setuju Perubahan KUA dan PPAS Kota Denpasar

“Sementara untuk di daerah terpencil yakni di desa-desa tentu penerapan pendidikan digital akan sulit diterapkan, dan tentunya akan butuh proses. Maka itu, yang harus disiapkan terlebih dahulu adalah SDM  yang unggul yang mampu menguasai Ilmu Teknologi (IT),” ucapnya.

Dijelaskan, kalau pendidikan digital bisa diterapkan hingga ke desa-desa, maka dipastikan masyarakat yang ada di desa tidak berduyun-duyun ke kota hanya sekedar mencari pendidikan semata.

“Untuk bisa memberikan SDM unggul tentu harus saling bersinergis antar semua pihak, baik dari instansi pemerintahan yang mengemban dunia pendidikan maupun dari swasta,” jelasnya.

Baca juga :  Reses Emiliana Wahjuni, Masyarakat Keluhkan Keberadaan Prostitusi Danau Tempe

Ditambahkan, sebelum para siswa bisa menguasai pendidikan digital, mestinya para siswa harus mampu menguasai Bahasa Inggris, karena begitunya banyaknya program digital isinya lebih banyak mengarah ke Bahasa Inggris. Jika ini bisa dikuasai, maka penerapan pendidikan digital bisa berjalan dengan efektif. Apalagi kita inginkan disini adalah setiap perubahan yang terjadi bisa diikuti.

“Begitu pula dengan SDM guru pengajar musti memiliki kriteria  unggul dalam penguasaan IT, sebab dari sini lah akan bisa mengetahui sejauh mana output dan input guru pengajar tersebut,” pungkasnya. (Sus/Dk)