DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR — Gubernur Bali Wayan Koster memastikan antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), terutama di Denpasar dan Badung, bukan disebabkan oleh pengurangan kuota bahan bakar minyak (BBM) oleh Pertamina. 

Menurut dia, kelangkaan BBM yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dipicu keterlambatan distribusi.

“Tidak ada pengurangan kuota (untuk Bali),” kata Koster saat ditemui seusai membuka Musyawarah Daerah ASITA Bali, Jumat, (16/02/2026). 

Baca juga :  Koster Gandeng Densus 88, Perkuat Pencegahan Terorisme dan Radikalisme di Bali

Koster menjelaskan kelangkaan BBM lebih disebabkan oleh keterlambatan distribusi setelah kapal minyak yang mengangkut 18 juta liter BBM terlambat bersandar di Bali pada Minggu 11 September 2026. 

Koster mengatakan berdasarkan jadwal, kapal tersebut seharusnya bersandar pukul 06.30 WITA. Namun, karena kendala yang terjadi, kapal baru dapat bersandar pada pukul 22.00 WITA.

“Akibatnya, supply ke depo telat terjadi,” ujarnya.

Baca juga :  Antrean Mengular di Sejumlah SPBU Denpasar, Pertamina Sebut Ada Penyesuaian Distribusi

Menurut Koster, pemerintah saat ini berfokus memastikan distribusi BBM berjalan lancar agar antrean di SPBU dapat segera terurai. 

Koster  mengakui hingga hari kelima, antrean panjang masih terlihat di hampir seluruh SPBU di Denpasar dan Badung. Meski demikian, Koster memastikan pasokan BBM tersedia.

Koster pun mengimbau masyarakat untuk bijak dalam membeli BBM. Ia meminta warga yang tangki kendaraannya masih memiliki cukup bahan bakar agar menunda pengisian untuk sementara waktu sehingga antrean di SPBU dapat berkurang.

Baca juga :  Bantu Terminal Manggis, Pertamina Optimalkan Distribusi BBM dari Pesanggaran

Saat ini kata Koster, sekitar 60 dari 92 SPBU di Denpasar dan Badung  telah beroperasi 24 jam untuk mengurangi antrean. 

Adapun,  terkait dampak kelangkaan BBM terhadap sektor pariwisata, Koster mengaku belum menerima laporan mengenai pembatalan kunjungan wisatawan ke Bali akibat kondisi tersebut. “Masih normal,” ujarnya.

Reporter: Agus Pebriana