DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR — Kuota bahan bakar minyak (BBM) di Bali diusulkan naik sebesar 20 persen pada 2027 menyusul potensi lonjakan konsumsi serta antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dalam beberapa hari terakhir.

Kenaikan tersebut diusulkan Anggota Komisi VI DPR RI I Gusti Ngurah Alit Kusuma Kelakan saat menyambangi kantor Pertamina di Jalan Sugianyar, Denpasar, Selasa (13/10/2026).

Alit mengatakan sebagai daerah pariwisata, Pertamina harus memadang Bali memiliki potensi lonjakan konsumsi BBM akibat mobilitas yang padat, terutama ketika high season, hari raya, dan tahun baru.

“Kedepan agar tidak terjadi lagi. Saya minta harus hitung kelonjakan, Bali sebagai daerah pariwisata pasti ada kelonjakan,” terangnya.

Baca juga :  Bantu Terminal Manggis, Pertamina Optimalkan Distribusi BBM dari Pesanggaran

Adapun pada tahun 2026, kuota BBM jenis Pertalite di Bali sekitar 764.106.000 liter. Sampai September 2026, sekitar 560.869.000 liter telah disalurkan pertamina atau 73,4 persen dari kuota tahun ini.

Selain meminta penambahan kuota, untuk mengatasi antrean panjang di SPBU, Alit juga mendesak Pertamina mempercepat distribusi BBM untuk mengatasi antrean panjang di sejumlah SPBU di Bali.

Ia meminta stok Pertalite yang tersedia di Terminal BBM Pesanggaran dan Integrated Terminal (IT) Manggis segera disalurkan, terutama untuk memenuhi kebutuhan di Denpasar, Badung, dan Tabanan.

Alit menyebut stok Pertalite di Terminal BBM Pesanggaran mencapai sekitar 1.200 kiloliter (kL), sedangkan di IT Manggis sekitar 10.300 kL. Menurut dia, ketersediaan stok tersebut harus diikuti distribusi yang cepat agar antrean kendaraan di SPBU segera teratasi.

Baca juga :  DPR Alit Kelakan Sambangi Kantor Pertamina, Desak 11.500 kL Pertalite Disalurkan

“Pertamina mengumumkan aman, tapi fakta lapangan tidak aman. Oleh karena itu, saya datang ke sini untuk mengecek secara teknis dan mencari pemecahan masalah,” ujarnya.

Alit mengatakan rata-rata konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2.200 kL per hari. Karena itu, ia meminta Pertamina memperhitungkan kebutuhan harian serta mengevaluasi pola distribusi dan kecukupan armada pengangkut BBM.

Sementara itu, Kepala Sales Area Manager Pertamina Bali Alam Kanda Winali mengatakan Pertamina akan mengoptimalkan Terminal BBM Pesanggaran untuk membantu penyaluran BBM dari IT Manggis. Sebelumnya, pasokan BBM untuk Denpasar, Badung, dan Tabanan lebih banyak mengandalkan IT Manggis.

Baca juga :  Antrean SPBU Mengular, Pertamina Jadwalkan Tiga Kapal BBM Sandar di Bali

“Sekarang kita berlakukan dua depot, yaitu di Manggis dan Pesanggaran, untuk mempercepat proses pemenuhan kebutuhan,” kata Alam.

Alam mengatakan penyaluran BBM dan operasional terminal dilakukan selama 24 jam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia menjelaskan antrean panjang di sejumlah SPBU dipicu peningkatan konsumsi BBM dan keterlambatan kedatangan kapal pengangkut akibat cuaca.

Menurut Alam, kedatangan kapal dan tersedianya stok BBM turut mendorong peningkatan permintaan karena konsumen datang secara bersamaan ke SPBU. Pertamina pun terus mengoptimalkan distribusi melalui kedua terminal tersebut untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan BBM di Bali.

Reporter: Agus Pebriana